NUNUKAN, CAKRANEWS – Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menyampaikan pujian kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pujian itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Nunukan periode tahun 2023 – 2024. Pelantikan tersebut digelar di Ballroom Hotel Laura Nunukan, Minggu 8 Oktober 2023.
Salah satu pujian Laura, tak kala ia menyebut bahwa HMI adalah organisasi bernafaskan Islam yang bersifat independen dan Merdeka. Artinya tidak memihak dan tidak tergantung kepada salah satu kelompok manapun. Hebatnya lagi, Laura mengatakan bahwa HMI merupakan organisasi kader yang diisi oleh para pemikir dan Intelektual sehingga dapat mendukung pembangunan di Kabupaten Nunukan.
“Saya sungguh berharap HMI bisa menjadi bagian dari pergerakan untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Nunukan. Kader – kader HMI adalah insan akademis yang memiliki integritas, kapabilitas, dan daya kritis, sehingga ide dan gagasannya selalu ditunggu, dan pergerakannya selalu menjadi rujukan dari organisasi – organisasi kemahasiswaan yang lain,” ucap Laura dalam sambutannya.
Orang nomor satu di Kabupaten Nunukan ini juga menyampaikan bahwa sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan memiliki sisi – sisi yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Mulai dari persoalan TKI, Tapal Batas, hingga sosial budaya masyarakatnya. Sehingga wacana – wacana untuk memberi perhatian dan kebijakan khusus bagi daerah – daerah di perbatasan juga kerap kali digulirkan. Namun menurutnya, itu semua belum sesuai dengan ekspektasi dan harapan. Meskipun pemerintah selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini sudah memberi perhatian yang luar biasa kepada daerah – daerah di perbatasan, termasuk di Kabupaten Nunukan.
“Sesuai dengan tema pelantikan pada hari ini, yaitu : “Mempertegas Tujuan HMI, Membangun Perbatasan”, maka saya berharap kepada HMI, yang isinya adalah anak – anak muda yang jago berdiskusi, jago berwacana dan berdialektika, untuk terus mendorong supaya perhatian kepada daerah – daerah di perbatasan semakin ditingkatkan. Masalah yang ada di perbatasan begitu kompleks, mulai dari penyelundupan, narkoba, keterisolasian, hingga masih kurangnya sarana prasarana infrastruktur, tanpa kebijakan yang extra ordinary, rasanya akan sulit bagi kita untuk mengejar semua kemajuan yang sudah dicapai oleh negara tetangga kita.
maka dari itu, saya mengajak kepada kita semua, Pemerintah bersama – sama dengan seluruh Masyarakat, termasuk para Mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan tersebut, sesuai dengan peran, porsi, dan proporsi kita masing – masing,” pungkasnya.










Discussion about this post