TARAKAN, CAKRANEWS– Bandara Juwata Tarakan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat penerbangan melalui latihan gabungan penanganan keadaan darurat bandar udara. Latihan dilakukan dalam dua tahap, yakni Table Top Exercise pada Selasa (27/10) dan Latihan Parsial Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) pada Rabu (28/10).
Kepala Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Asri Santosa mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi keadaan darurat penerbangan.
“Latihan ini untuk menguji kesiapan seluruh unsur, mulai dari komunikasi, koordinasi hingga pembagian tugas masing-masing pihak apabila terjadi kondisi darurat di bandar udara,” ujar Asri.
Dalam kegiatan Table Top Exercise, sejumlah unsur terkait melakukan pembahasan skenario keadaan darurat, termasuk menguji alur komunikasi dan mekanisme koordinasi antarpetugas. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab saat terjadi insiden penerbangan.
Selanjutnya, latihan parsial PKP-PK digelar di area ujung landasan pacu 24 Bandara Juwata Tarakan. Simulasi dimulai pukul 15.30 WITA dengan melibatkan personel PKP-PK bersama unsur komite keselamatan dan keamanan penerbangan.
Dalam simulasi tersebut, petugas melakukan penanganan kondisi darurat yang melibatkan aktivitas pemadaman kebakaran dan penyelamatan sesuai prosedur operasional yang berlaku.
Latihan ini melibatkan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal bandara. Di antaranya TNI AU Anang Busra, Kepolisian Sektor Juwata Tarakan, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), BMKG, maskapai Lion Air, Citilink, MAF, Susi Air, serta Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
Asri menyebut, keterlibatan lintas instansi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan bersama, terutama dalam aspek komunikasi, koordinasi, dan dukungan operasional ketika menghadapi keadaan darurat.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Karena itu, latihan seperti ini perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh unsur siap menjalankan prosedur apabila terjadi keadaan darurat,” katanya.
Selama pelaksanaan latihan, masyarakat sekitar bandara sempat melihat kepulan asap tebal serta aktivitas kendaraan pemadam kebakaran di sekitar ujung runway 24. Namun, Bandara Juwata memastikan aktivitas tersebut merupakan bagian dari simulasi yang telah direncanakan dan bukan kejadian darurat sebenarnya.
Melalui kegiatan ini, Bandara Juwata Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, peralatan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan.








Discussion about this post