Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Internasional

Kapal Induk AS di Laut China Selatan, Respon Laporan Taiwan Soal Manuver Pesawat Tempur China

by Redaksi
24/01/2022
in Internasional, Politik
A A
Kapal Induk AS di Laut China Selatan, Respon Laporan Taiwan Soal Manuver Pesawat Tempur China

Kapal induk Angkatan Laut AS, USS Carl Vinson, berlabuh di pelabuhan di Danang, Vietnam. REUTERS/Kham/File Photo

Share on FacebookShare on Twitter

TAIPEI, cakra.news – Dua kelompok kapal induk AS telah memasuki Laut China Selatan yang disengketakan untuk pelatihan.

Departemen Pertahanan AS mengatakan pada Senin (24/1/2022).

RELATED POSTS

Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

Taiwan melaporkan adanya serangan angkatan udara China yang menggunakan perangkat elektronik terbaru yang cukup mengkhawatirkan.

Laut China Selatan dan Taiwan yang berpemerintahan sendiri adalah dua masalah teritorial paling sensitif di China dan keduanya sering menjadi area ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Kapal-kapal Angkatan Laut AS secara rutin berlayar di dekat pulau-pulau yang diduduki China di Laut China Selatan untuk menantang klaim kedaulatan China serta melalui Selat Taiwan, yang membuat marah Beijing.

Departemen Pertahanan AS mengatakan dua Kelompok Serangan Kapal Induk Angkatan Laut AS, yang dipimpin oleh kapal andalan mereka USS Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln, telah memulai operasi di Laut China Selatan pada Minggu kemarin.
Kelompok kapal induk akan melakukan latihan termasuk operasi perang anti-kapal selam, operasi perang udara dan operasi larangan maritim untuk memperkuat kesiapan tempur.

Departemen Pertahanan menambahkan, pelatihan akan dilakukan sesuai dengan hukum internasional di perairan internasional.

“Operasi seperti ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kemampuan tempur yang kredibel, meyakinkan sekutu dan mitra kami, dan menunjukkan tekad kami sebagai Angkatan Laut untuk memastikan stabilitas regional dan melawan pengaruh jahat,” kata Laksamana Muda J.T. Anderson, Komandan Kelompok Penyerang yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln.

Kedua kelompok kapal induk itu dilaporkan pada Minggu oleh Angkatan Laut AS sebagai bagian dari latihan dengan angkatan laut Jepang di Laut Filipina, yang mencakup perairan di sebelah timur Taiwan.

Berita tentang operasi latihan tempur AS ini bertepatan dengan laporan Taiwan soal adanya serangan massal terbaru oleh angkatan udara China ke zona identifikasi pertahanan udara.

Dilaporkan 39 pesawat, terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan di bagian utara Laut China Selatan.
Taiwan pada Senin melaporkan kembali 13 pesawat China lainnya di zona itu, dengan satu pesawat dilengkapi missile anti-kapal selam Y-8.

Pesawat tersebut terbang melalui Selat Bashi yang memisahkan Taiwan dari Filipina dan menghubungkan Pasifik ke Laut China Selatan.

Dua J-16D China mengambil bagian dalam misi tersebut, meskipun tetap dekat dengan pantai China, versi serangan elektronik baru dari pesawat tempur J-16 dirancang untuk menargetkan pertahanan anti pesawat yang akan diandalkan Taiwan untuk menangkis serangan.

China belum berkomentar, tetapi sebelumnya mengatakan misi semacam itu ditujukan untuk melindungi kedaulatannya dan untuk mencegah campur tangan eksternal dalam klaim kedaulatannya atas Taiwan yang diperintah secara demokratis.

Sumber-sumber keamanan sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa penerbangan China ke zona pertahanan Taiwan juga kemungkinan merupakan respons terhadap aktivitas militer asing, terutama oleh pasukan AS, di dekat pulau itu, untuk memperingatkan bahwa Beijing mengawasi dan memiliki kemampuan untuk menangani segala kemungkinan di Taiwan.

Taiwan menyebut aktivitas militer China yang berulang di dekatnya sebagai “zona abu-abu”, yang dirancang untuk melemahkan kekuatan Taiwan dan juga untuk menguji respon militer Taiwan.

Laut Cina Selatan, yang dilintasi oleh jalur pelayaran vital dan juga mengandung ladang gas dan daerah penangkapan ikan yang kaya, juga diklaim oleh Taiwan, sementara Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina mengklaim sebagian.**

Pewarta : Andi Surya
Sumber : Reuters

Tags: Amerika SerikatCinaKapal Induk
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

by Prasetya
14/07/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan mulai mematangkan persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi...

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

by Prasetya
10/07/2026
0

YOGYAKARTA, CAKRANEWS – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Angkutan Udara menjadi tuan rumah rangkaian pertemuan 17th...

Pansus bersama tim Kementerian Hukum mengharmonisasikan dua Ranperda strategis. (Humas DPRD Kaltara)

Pansus DPRD Kaltara Harmonisasi Dua Ranperda Strategis di Kementerian Hukum Kaltim

by Prasetya
03/07/2026
0

SAMARINDA, CAKRANEWS – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kalimantan Utara mengikuti rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Kantor Wilayah...

Pansus I DPRD Provinsi Kalimantan Utara menggelar rapat kerja finalisasi pembahasan Rancangan Perubahan Perda Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), Senin (29/6/26)

DPRD Kaltara Dorong Percepatan Inventarisasi Aset Pasca-Pemekaran Kaltim

by Prasetya
29/06/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Utara mengebut finalisasi pembahasan Rancangan Perubahan Perda Nomor 18 Tahun...

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Saleh,  menggelar rangkaian kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Kabupaten Nunukan

Anggota DPRD Kaltara Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak dan Ekonomi Kreatif di Nunukan

by Prasetya
28/06/2026
0

NUNUKAN, CAKRANEWS - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Saleh,  menggelar rangkaian kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Kabupaten Nunukan....

Next Post
Permintaan Maaf Dianggap Tidak Tulus, Edy Cs Diminta Disidang Secara Adat

Permintaan Maaf Dianggap Tidak Tulus, Edy Cs Diminta Disidang Secara Adat

Gelar Aksi Damai, Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu, Tuntut Edy Cs Segera Ditangkap

Gelar Aksi Damai, Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu, Tuntut Edy Cs Segera Ditangkap

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Ilustrasi anak muda

    5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Inhutani Nunukan Sepi Pembeli, Pedagang Ungkap Penyebabnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.