TARAKAN, CAKRANEWS – Dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terhadap penguatan sektor hilir kelapa sawit kembali dirasakan di Kalimantan Utara (Kaltara). BPDP menyokong pelaksanaan Workshop Pengolahan Minyak dan Limbah Kelapa Sawit bagi UMKM yang digelar di Ballroom Hotel Lotus Panaya, Tarakan, Jumat (9/1/2026).
Workshop ini menjadi bagian dari upaya mendorong petani sawit rakyat agar tidak hanya bergantung pada penjualan Tandan Buah Segar (TBS), tetapi mulai masuk ke sektor hilirisasi. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Ir. Heri Rudiyono, M.Si dan Kepala Disperindagkop UKM Kaltara Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM, serta puluhan petani dan pelaku UMKM dari berbagai daerah.
Ketua DPW APKASINDO Kaltara Muhammad Khoiruddin menegaskan, dukungan BPDP menjadi momentum penting bagi petani sawit Kaltara untuk mengubah pola pikir.
“Selama ini petani terlalu bergantung pada fluktuasi harga TBS. Lewat dukungan BPDP dalam workshop ini, kami mendorong petani untuk mulai menggarap hilirisasi, tidak hanya menjual buah mentah,” kata Khoiruddin.
Ia menilai, potensi CPO dan PKO di Kaltara sangat besar, namun belum banyak diolah oleh pelaku lokal. Kendala utama selama ini berada pada keterbatasan teknologi dan pengetahuan.
“Kami ingin ke depan muncul produk-produk lokal, seperti minyak goreng atau pupuk organik dari limbah sawit produksi petani Kaltara sendiri. Ini langkah awal menuju kedaulatan ekonomi petani,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen DPP APKASINDO Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO, menyebut limbah sawit justru memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.
“Saat ini dunia internasional membutuhkan minyak jelantah dan limbah sawit untuk diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Artinya, tidak ada yang terbuang dari sawit, semua memiliki nilai ekonomi,” jelas Rino.
Workshop yang didukung BPDP tersebut memiliki sejumlah target strategis, mulai dari peningkatan keterampilan teknis UMKM dalam mengolah sawit menjadi produk bernilai tambah, seperti kosmetik dan farmasi, hingga perencanaan pembangunan pabrik pupuk organik skala UMKM dari limbah sawit.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong UMKM menghasilkan produk yang memenuhi standar keberlanjutan agar mampu menembus pasar global.
Melalui sinergi BPDP, pemerintah daerah, dan APKASINDO, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem sawit rakyat sekaligus meningkatkan pendapatan petani di Kaltara secara berkelanjutan.










Discussion about this post