Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Opini

Bangga dan Konsisten dengan Singal

by Prasetya
27/01/2024
in Opini
A A
Bangga dan Konsisten dengan Singal
Share on FacebookShare on Twitter

“Di mana pun saya berada, saya selalu bangga pakai Singal. Saya bawa Singal ke mana-mana. Tidur saja saya masih pakai Singal,” Zainal A Paliwang.

KALIMAT itu selalu diucapkan Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang setiap menghadiri momen kedinasan. Zainal Arifin Paliwang (ZAP) memang sangat bangga dengan salah satu ikat kepala khas suku Tidung tersebut.

RELATED POSTS

Refleksi 18 Tahun Perjalanan Bawaslu RI dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat

Setahun Kinerja Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara

Sejak dilantik pada Senin, 15 Februari 2021 silam berbagai ornamen, batik, dan khas budaya asli Kaltara menjadi fokus utama ZAP dalam mengawali pembangunan Kaltara.

Ikat kepala yang biasa digunakan suku Tidung di momen tertentu itu eksis, dan menjadi salah satu aksesoris tambahan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kaltara. Seakan kurang lengkap melihat ZAP tanpa Sesingalnya.

Sesingal yang selalu dikenakan ZAP mewakili berbagai motif batik Kaltara.
UMKM Kaltara pun ikut bergerak. Bukan hanya eksis, Singal hingga perbatikan khas Kaltara mulai diminati ribuan ASN di Kaltara. Mulai dari pakaian dinas hingga ornamen gedung kedinasan, wajib meyertakan khas Kaltara.

The Power of Singal ini pun tak hanya di Kaltara, ZAP juga membawa Singal setiap kunjungan luar daerahnya. Tak lupa ia mengenalkan Singal, sekaligus memberikan Singal sebagai cinderamata kepada setiap pejabat yang berkunjung ke Kaltara.
Singal menjadi kebanggan bagi ZAP.

Kata dia, khas budaya yang ditinggalkan oleh leluhur wilayah ini patut dilestarikan hingga anak – cucu yang merupakan generasi penerus Kaltara. Khas budaya Kaltara dianggapnya tak kalah dengan budaya lainnya. Maka dari itu, ia terus mendorong penggunaan khas Kaltara kepada seluruh masyarakat dan instansi pemerintah di Kaltara.
“Beragam batik Kaltara yang bisa kita gunakan. Jadi, saya ingatkan sekaligus titip pesan kepada semuanya agar mencintai batik Kaltara. Baju perkantoran kalau bisa ada motif batik Kaltara-nya, semoga bisa diterapkan ke seluruh perkantoran yang ada di Kaltara,” terangnya beberapa waktu lalu.

Beragam motif batik Singal yang tak pernah luput digunakan ZAP, disebutnya sebagai salah satu identitas dan khas bagi Kaltara. Begitu juga dengan dirinya, bukan hanya dikenal dengan humble-nya tapi juga karena satu-satunya kepala daerah di Kaltara yang masih sangat konsisten menggunakan Singal. Baginya, Singal sudah menjadi bagian dari dirinya dalam menjalankan tugas di luar maupun di dalam Kaltara.

“Dengan seringnya kita menggunakan produk khas Kaltara, kita juga membantu UMKM kita tumbuh. Produksi batik Kaltara, aksesoris, hingga singal yang biasa kita gunakan akan terus berputar. Saya apresiasi daerah dan perkantoran yang menyeragamkan batik Kaltara pada pakaian kedinasannya. Kita harus bangga dengan produk-produk khas Kaltara,” terangnya.

Singal merupakan ikat kepala khas suku Tidung pada zaman dahulu. Adapaun penyebutannya Sesingal merupakan perbedaan bentuk ikat kepala tersebut. Singal pada dahulunya menutup area kepala, sementara Sesingal tidak menutup bagian kepala, atau hanya kain yang diikat di kepala. Pada umunya, seseorang yang mengenakan Sesingal diartikan sebagai seorang laki-laki pemberani.

Begitu juga dengan bentuk Sesingal atau arah dari Sesingal itu sendiri. Sesingal yang mengarah ke bagian kiri ditandai dengan seorang pemberani yang akan melakukan perburuan “ngayau”, dan jika Sesingal yang mengarah ke kanan, diartikan orang tersebut telah pulang dari perburuan. Selain itu, Sesingal identik dengan penutup kepala suku Tidung dahulu sebelum mengenal kopiah. Kebiasaan menggunakan Sesingal tersebut terus dibawa hingga turun-temurun.
Kini, Sesingal atau yang biasa disebut Singal menjadi salah satu aksesoris pakaian yang dikenakan disetiap ajang silaturahmi formal maupun non formal.

Budaya mengenakan Singal ini kembali dibawa Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang dalam rangka mempertahankan budaya dan adat istiadat Kaltara.
“Kita harus terus menjaga kebudayaan yang telah dibawa pendahulu di Kaltara. Generasi Kaltara selanjutnya juga harus bangga dengan Singal maupun budaya Kaltara,” pungkas Zainal A Paliwang. (nik)

Tags: Gubernur Kaltara Zainal Arifin PaliwangKaltaraSingal
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Refleksi 18 Tahun Perjalanan Bawaslu RI dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat

Refleksi 18 Tahun Perjalanan Bawaslu RI dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat

by Redaksi
10/04/2026
0

Oleh : Mistang Anggota KPU Kabupaten Bulungan Tahun 2026, tepatnya tanggal 9 April menandai masuknya usia ke-18 Badan Pengawas Pemilihan...

Setahun Kinerja Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara

Setahun Kinerja Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara

by Prasetya
04/04/2026
0

Penulis: Anhari Firdaus, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan   "seperti lebah, mulut bau madu tapi pantat bawa sengat", mungkin...

Mhd Al Hafis, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan

Bersihkan Meja Rakyat dari Kepalsuan

by Prasetya
30/03/2026
0

Oleh Mhd Al Hafis, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan Di balik megahnya gedung wakil...

Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia

Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia

by Redaksi
12/03/2026
0

Oleh : Mistang Anggota KPU Kabupaten Bulungan Pemilu merupakan “jantungnya” demokrasi yang menjamin setiap warga negara dapat menentukan arah pemerintahan...

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

by Prasetya
05/01/2026
0

Oleh: Dedy Syarkani, Sekretaris Pemuda ICMI Kalimantan Utara Fenomena munculnya riak-riak paham radikal transnasional seperti Neo-Nazi dan White Supremacy di...

Next Post
Sempat Buron Dua Tahun, Bos Robot Trading Viral Blast Ditangkap Polisi

Sempat Buron Dua Tahun, Bos Robot Trading Viral Blast Ditangkap Polisi

Piala Asia 2023 Babak 16 Besar: Timnas Indonesia vs Australia, STY Ingin Buat Kejutan

Piala Asia 2023 Babak 16 Besar: Timnas Indonesia vs Australia, STY Ingin Buat Kejutan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Brosur jadwal dan harga tiket Kapal Indomaya rute Tarakan-Tawau

    Kapal Indomaya Rute Tarakan-Tawau Beroperasi Mulai Hari Ini, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya di Bawah Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Ratu Batubara’ Tan Paulin, Bantah Semua Tudingan Miring di RDP Senayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Pasukan Gegana dan Pelopor dalam Tubuh Brimob Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Setahun Kinerja Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.