Cakra News
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Headline

Mengenal Lebih Dekat Sulaiman (Part 20): Kesan Menjaga Batas Negeri

by Prasetya
15/07/2024
in Headline
A A
Mengenal Lebih Dekat Sulaiman (Part 1): Anak Petani yang Sukses Menjadi Jenderal
Share on FacebookShare on Twitter

CAKRANEWS – Pertama kali ditugaskan ke salah satu daerah beranda negara, di ujung utara pulau Borneo, memberi kesan tersendiri bagi Sulaiman. Terlebih sebelumnya ia lebih banyak menjalani penugasan di wilayah perkotaan dan pulau Jawa. Bagi sebagian orang, mungkin saja hal itu dianggap musibah, hukuman, pembuangan dan hal-hal lain yang terkesan tidak mengenakkan. Apalagi ujung negeri atau wilayah perbatasan negara masih kerap dicap stigma “anak tiri”.

Sulaiman bisa maklum. Sebab kota itu seperti sihir. Setiap orang, terutama orang-orang dari kampung, akan selalu bergegas dan berbondong menuju kota. Mungkin berbagai pernak pernik kota menggodanya. Di malam hari, lampu-lampu kota menawannya. Bak terhipnotis, mereka enggan beranjak. Bahkan banyak yang sampai lupa pulang.

RELATED POSTS

Dana Aspirasi Terealisasi, Warga Karang Harapan Apresiasi Safri

Dengar Langsung Keluhan Warga Karang Anyar, Safri Siap Perjuangkan Aspirasi

Kondisi geografis Kalimantan Utara (Kaltara) terbilang sangat kompleks dan pelik dalam menjalankan tugas di lapangan karena sebagian daerahnya masuk kategori remote area. Artinya  lokasi yang sangat sulit untuk dijangkau. Beberapa wilayah hanya bisa dijangkau dengan transportasi sungai.

Kecamatan Sungai Tubu di kabupaten Malinau misalnya, bisa dijangkau dengan menggunakan perahu kayu selama kurang lebih 32 jam. Dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama dua hari. Selain itu, dikawasan Sebatik, kabupaten Nunukan, terkendala masalah material karena bahan baku yang harus didatangkan dari luar pulau.

Problematika lain yang muncul dari aspek kesenjangan wilayah antara lain berupa ketimpangan tingkat pendapatan. Lalu masih ada perbedaan nilai tukar dan nilai jual komoditas, hingga orientasi ekonomi lebih ke negara tetangga sementara kawasan dalam negeri di perbatasan hanya jadi hinterland.

Disamping masalah garis batas negara, persoalan yang kerap muncul di perbatasan adalah pengrusakan dan pergeseran patok batas, adanya penangkapan WNI oleh polisi Malaysia, TKI ilegal, penyelundupan miras serta narkoba, dan ketergantungan masyarakat pada pasokan barang dari negara tetangga.

Prasarana jalan darat untuk wilayah pedalaman sangat sulit untuk dilalui. Di beberapa kabupaten, untuk mencapai suatu desa dengan jarak sejauh 180 Kilometer jika memakai kendaraan bermotor roda dua bisa memakan waktu 7-8 hari. Medannya ekstrim: curam, ekstrem, berlumpur, dan berbatu.

Kendati demikian, ada pula yang pemberani. Tidak silau dan terbuai godaan kota. Salahsatu diantara yang sedikit itu adalah Sulaiman. Dia menganggap hal itu sebagai tantangan untuk memacu semangat bekerja. Secara pribadi, dia mengaku senang dengan setiap tugas yang diberikan. Sulaiman ingin selalu memenuhi janji aparat TNI, memberikan rasa aman, menjamin keamanan dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Apa yang menjadi tugas dari pimpinan akan saya laksanakan dengan baik. Apalagi saya sebagai aparatur keamanan negara dan prajurit TNI, harus siap ditempatkan dimana saja. Menjaga perbatasan negara adalah kehormatan bagi saya,” tegasnya.­

Sebagai aparat negara yang bekerja dibidang intelijen, Sulaiman bertanggungjawab untuk memastikan kondisi keamanan dan kelancaran berbagai kegiatan pembangunan yang ditarget bisa membawa banyak manfaat untuk masyarakat sehingga bisa mendukung percepatan kemajuan daerah perbatasan Kaltara. Tidak lagi “anak tiri” tapi sudah jadi ‘anak kandung”.

“Kita berharap dengan pembangunan yang masif, Kaltara bisa semakin tumbuh dan berkembang. Mulai dari peningkatan ekonomi dengan adanya PLBN, peningkatan derajat kesehatan dengan penyediaan air minum dan sanitasi,  menghilangkan wilayah kumuh, membuat sekolah dan sarana pendidikan lainnya.”

Bagi Sulaiman, pembangunan yang dilakukan pemerintah di wilayah perbatasan Kaltara selama ini sebagai bukti kehadiran negara di seluruh daerah perbatasan. Sedangkan untuk menembus tantangan kondisi geografis dan aksesibilitas di batas negeri dibutuhkan pengabdian tanpa batas. Dirinya sudah membuktikannya

Tags: #andisulaiman #kkss #calongubernurkaltara
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Dana Aspirasi Terealisasi, Warga Karang Harapan Apresiasi Safri

Dana Aspirasi Terealisasi, Warga Karang Harapan Apresiasi Safri

by Prasetya
18/01/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS — Pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Tarakan Muhammad Safri mendapat sambutan positif dari warga Kelurahan Karang Harapan khususnya...

Dengar Langsung Keluhan Warga Karang Anyar, Safri Siap Perjuangkan Aspirasi

Dengar Langsung Keluhan Warga Karang Anyar, Safri Siap Perjuangkan Aspirasi

by Prasetya
17/01/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Suasana penuh keakraban mewarnai pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Tarakan, Muhammad Safri di RT 57, Kelurahan Karang...

Safri Serap Aspirasi Warga Karang Harapan, dari Rehabilitasi Posyandu hingga PJU

Safri Serap Aspirasi Warga Karang Harapan, dari Renovasi Posyandu hingga PJU

by Prasetya
16/01/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS — Anggota DPRD Kota Tarakan dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Safri, menyerap berbagai aspirasi warga saat menggelar reses...

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

by Prasetya
05/01/2026
0

Oleh: Dedy Syarkani, Sekretaris Pemuda ICMI Kalimantan Utara Fenomena munculnya riak-riak paham radikal transnasional seperti Neo-Nazi dan White Supremacy di...

Rektor UBT Tegaskan Tak Ada PHK Sepihak, 14 Pegawai Terdampak Transisi Nasional P3K

Rektor UBT Tegaskan Tak Ada PHK Sepihak, 14 Pegawai Terdampak Transisi Nasional P3K

by Prasetya
02/01/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Pimpinan Universitas Borneo Tarakan (UBT) memberikan klarifikasi resmi atas isu yang ramai beredar terkait dugaan pemberhentian 14...

Next Post
Pasutri Kedapatan Simpan Sabu di Kemaluan Saat Ditangkap, Begini Kronologinya

Pasutri Kedapatan Simpan Sabu di Kemaluan Saat Ditangkap, Begini Kronologinya

DPRD Nunukan Rumuskan Rekomendasi Persoalan Anjloknya Harga Rumput Laut

DPRD Nunukan Rumuskan Rekomendasi Persoalan Anjloknya Harga Rumput Laut

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Peran Artificial Intelligence Dorong Transformasi Digital Teknis Kepemiluan

    Peran Artificial Intelligence Dorong Transformasi Digital Teknis Kepemiluan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Gembira! UMK Nunukan 2025 Naik, Segini Nominalnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapal Indomaya Rute Tarakan-Tawau Beroperasi Mulai Hari Ini, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya di Bawah Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dengar Langsung Keluhan Warga Karang Anyar, Safri Siap Perjuangkan Aspirasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditpolairud Polda Kaltara Tangkap Oknum PNS di Bulungan Diduga Kurir Sabu, Barang Bukti Dimusnahkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.