TARAKAN, CAKRANEWS– Komitmen mendampingi dan mendorong tumbuhnya wirausaha muda ditegaskan Anggota DPRD Kalimantan Utara, Adi Nata Kusuma, saat melaksanakan reses di Gedung Sri Tower, Tarakan, Rabu (18/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pemuda HIPMI Perguruan Tinggi serta mahasiswa dari sejumlah kampus.
Dalam dialog, para peserta menyampaikan aspirasi terkait akses program UMKM, dukungan permodalan, hingga fasilitasi usaha bagi generasi muda. Mereka juga mempertanyakan mekanisme agar pelaku usaha pemula dapat memperoleh bantuan pemerintah secara konkret.
Menanggapi hal itu, Adi Nata Kusuma menyatakan pemerintah daerah membuka ruang bagi pemuda yang ingin membentuk dan mengembangkan usaha secara berkelompok.
“Kalau ada 10 pelaku UMKM bisa dibentuk dalam satu kelompok. Lengkapi perizinannya, nanti bisa kami bantu fasilitasi. Pemerintah pada prinsipnya hadir untuk mendukung, sepanjang persyaratan dipenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan dapat berupa pendampingan hingga penyediaan sarana penunjang seperti stan atau booth untuk berjualan sesuai kebutuhan. Menurutnya, sebagai salah satu legislator muda di Kaltara, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberi perhatian lebih pada pengembangan potensi generasi muda.
Selain isu kewirausahaan, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Adi menegaskan pentingnya pengawasan pasar melalui inspeksi mendadak guna mencegah praktik kecurangan.
“Kami akan dorong pengawasan dan sidak. Masyarakat juga perlu aktif melapor jika menemukan kenaikan harga yang tidak wajar,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPD RI, Herman Kemper, yang menyampaikan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi pelajar kurang mampu di Kalimantan Utara.
“Total ada 2.560 beasiswa dari jenjang SD hingga SMA yang tersebar di Kaltara, dengan penerima cukup banyak di Tarakan. Syaratnya terdaftar di satuan pendidikan atau kampus,” ujar Herman.
Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan pasar murah bekerja sama dengan Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu masyarakat menghadapi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Reses tersebut menjadi forum dialog antara wakil rakyat dan kalangan muda dalam membahas penguatan ekonomi, pendidikan, serta stabilitas harga di daerah.








Discussion about this post