Cakra News
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Kaltara

Deforestasi, Gelas Setengah Penuh atau Gelas Setengah Kosong

by Redaksi
22/11/2021
in Kaltara
A A
Deforestasi, Gelas Setengah Penuh atau Gelas Setengah Kosong

Suryadi, S.Hut, Redaktur cakra.news

Share on FacebookShare on Twitter

CAKRA.News – Pidato Jokowi saat jadi pembicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait perubahan iklim (COP26) di Glasgow membuat organisasi pencinta alam dunia green peace meradang.

Pidato yang menyebutkan laju deforestasi turun signifikan terendah dalam 20 tahun terakhir sangat tidak bisa diterimanya.

RELATED POSTS

Astra Motor Kaltim 1 Gelar Aksi Peduli Jurnalis: Campaign Cari AMAN Sebelum Cari Berita

Satlantas Polres Tarakan Edukasi Murid PAUD Tentang Keselamatan Berlalu Lintas

Gereen peace pun mengurai data bahwa deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 2,45 juta ha (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha (2011-2019).

Deforestasi hampir 1,69 juta hektar dari konsesi HTI dan 2,77 juta hektar kebun sawit. Selama hutan alam tersisa masih dibiarkan di dalam konsesi, deforestasi di masa depan akan tetap tinggi.

Semua kritisi yang disampaikan Green peace tidak salah, jika melihat permasalahan deforestasi di Indonesia melalui visi ‘gelas setengah kosong’.

Dia melihat, apa yang dilakukan pemerintahan jokowi tidak mencapai kinerja yang diharapkan karena dilihatnya masih ada setengah bagian gelas yang kosong.

Terlihat sekali dari kritisinya, penurunan deforestasi yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi adalah nihil bahkan deforestasi dikatakannya masih ada peningkatan. Bahkan kinerja pemerintah yang signifikan menurunkan laju deforestasi dalam rentang 2019-2021, menurutnya tidak lepas dari situasi pandemi yang terjadi di Indonesia sehingga aktivitas pembukaan lahan terhambat.

Tentunya sangat beda dengan pandangan Jokowi yang berpidato mewakili kinerja pememrintahan Indonesia. Jokowi melihat penurunan deforestasi dari visi ‘gelas setengah penuh’.

Jokowi menyebutkan laju deforestasi di Indonesia turun signifikan terendah dalam 20 tahun terakhir.

Ini bukan berarti bahwa sudah tidak ada lagi deforestasi yang terjadi di Indonesia, dalam artian Jokowi melihat bahwa kinerja pemerintahannya telah mengisi gelas setengahnya, tentu masih ada bagian yang kosong.

Jokowi bicara tentunya juga dengan data, era pemerintahannya yang pertama 2014-2019 dan mulai 2019 hingga terkini.

Jelas sekali terlihat kinerja Jokowi untuk menurunkan deforestasi termasuk dengan moratorium pemberian ijin pembukaan lawan sawit dan adanya peradilan untuk para pengusaha yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan.

Terlepas dari visi gelas setengah kosong atau setengah penuh, ternyata ada pula yang melihat masalah deforestasi di Indonesia dengan tidak mempedulikan kondisi gelas, baik setengah penuh ataupun setengah kosong.

Mereka hanya ingin sejumlah kepala negara yang memberikan pujian ke Jokowi segera menarik pujiannya, dan memastikan kinerja pemerintahan di Indonesia era Jokowi adalah yang terburuk sepanjang masa, apapun yang dilakukannya, semua salah Jokowi.

Dengan menggulirkannya terus menerus di sejumlah media mainstream di Indonesia ataupun via media sosial termasuk WAG, dari visi buruknya kinerja pemerintahan Jokowi, tentu ada niatan lain.

Mereka hanya punya satu visi yaitu menyebut kinerja Jokowi tidak ada bagusnya, sudah sangat tidak betah jika Jokowi masih duduk lama hingga masa jabatannya berakhir, dan jika ada permasalahan sekecil apapun yang terjadi, lagi-lagi ‘semua salah Jokowi’.

Entahlah, apakah ada yang dijadikan wayang ataupun ada dalang dibalik kritisi deforestasi di Indonesia yang disuarakan green peace, dan isu itu terus digulirkan tidak ada habisnya dari sisi kinerja buruk pemerintahan Indonesia, yang jelas mata kepala bangsa ini melihat apa yang telah diperbuat pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo.

Terasa selama beberapa tahun terakhir, tidak ada lagi asap kebakaran hutan seperti dulu yang bahkan diprotes negara tetangga dengan menyebut Indonesia telah mengekspor asap hingga mengganggu kesehatan warga negara tetangganya.

Anak bangsa bisa melihat siapa yang berbuat untuk kebaikan Indonesia, berkibar terus sang sakaku untuk satu Indonesia, maju. **

Suryadi, S.Hut, Redaktur cakra.news

Tags: DeforestasiJokowiPresiden RI
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Astra Motor Kaltim 1 Gelar Aksi Peduli Jurnalis: Campaign Cari AMAN Sebelum Cari Berita

Astra Motor Kaltim 1 Gelar Aksi Peduli Jurnalis: Campaign Cari AMAN Sebelum Cari Berita

by Prasetya
30/08/2025
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan berkendara para jurnalis di Tarakan, Astra Motor Kaltim 1 menggelar aksi sosial bertajuk...

Satlantas Polres Tarakan Edukasi Murid PAUD Tentang Keselamatan Berlalu Lintas

Satlantas Polres Tarakan Edukasi Murid PAUD Tentang Keselamatan Berlalu Lintas

by Prasetya
30/08/2025
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Satlantas Polres Tarakan kembali menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA). Kali ini, edukasi keselamatan berlalu lintas diberikan kepada...

Kenang Affan Kurniawan, Ojol Tarakan Gelar Salat Gaib di Islamic Center

Kenang Affan Kurniawan, Ojol Tarakan Gelar Salat Gaib di Islamic Center

by Prasetya
30/08/2025
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Komunitas driver ojek online (ojol) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menggelar salat gaib di Masjid Baittul Izzah...

Pegadaian Mengajar Area Tarakan: Hadirkan Literasi Keuangan hingga Pelabuhan dan Sekolah

Pegadaian Mengajar Area Tarakan: Hadirkan Literasi Keuangan hingga Pelabuhan dan Sekolah

by Prasetya
29/08/2025
0

TARAKAN, CAKRANEWS - PT Pegadaian Area Tarakan di bawah naungan Kanwil IV Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman dan...

Sinergi Pemkot Tarakan dan Pertamina Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

Sinergi Pemkot Tarakan dan Pertamina Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

by Prasetya
23/08/2025
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Pemerintah Kota Tarakan bersama Pertamina EP Tarakan Field bersinergi memperkuat masyarakat tangguh bencana melalui kegiatan Simulasi Pos...

Next Post
Speedboat Tenggelam Saat Bersandar di Pelabuhan Kulteka

Speedboat Tenggelam Saat Bersandar di Pelabuhan Kulteka

Mantan Kepala Sekolah SDN 051 Tarakan Bantah Tuduhan Kasus Intoleransi Agama

Mantan Kepala Sekolah SDN 051 Tarakan Bantah Tuduhan Kasus Intoleransi Agama

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Ilustrasi anak muda

    5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja Sampai Miskin: Menyoal “Konsumerisme” di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Era Jokowi Lebih Parah Dibanding Zaman SBY

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapal Indomaya Rute Tarakan-Tawau Beroperasi Mulai Hari Ini, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya di Bawah Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Astra Motor Kaltim 1 Gelar Aksi Peduli Jurnalis: Campaign Cari AMAN Sebelum Cari Berita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.