Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Headline

Mengenal Lebih Dekat Sulaiman (Part 7) : Merantau ke Jawa Mengejar Impian

by Prasetya
11/05/2024
in Headline, Politik
A A
Mengenal Lebih Dekat Sulaiman (Part 1): Anak Petani yang Sukses Menjadi Jenderal
Share on FacebookShare on Twitter

CAKRANEWS – Sambil menunggu panggilan tes AKABRI (sekarang namanya AKMIL), Sulaiman mempersiapkan segala sesuatunya. Selain kemampuan intelektual, juga fisik dan mental.

Sebagai anak dari kampung, dia  tak menemui kesulitan berarti untuk urusan fisik. Karena hampir setiap hari dirinya sudah “berlatih” dan ditempa dengan alam. Seperti berlari, membantu ambo (ayahnya) di sawah dan kebun,  jalan kaki masuk keluar hutan, keliling pasar dan termasuk berenang di sungai bersama anak-anak kampung. Paling tidak, sisa mental dan kemampuan akademiknya saja yang perlu diasah lagi.

RELATED POSTS

Adi Nata: Go Digital UMKM Kaltara Tak Cukup, Harus Dibarengi Pembinaan

Tarakan Disiapkan Jadi Titik Strategis Penguatan Sistem Keamanan Laut Nasional

“Sulaiman tidak pernah cerita kalau mendaftar tes AKABRI. Karena itu saya yakin dia melakukannya diam-diam tanpa ditahu ambo-nya,” cerita Rustam yang saat ini berkarir sebagai guru di kabupaten Maros.

Keinginan Sulaiman masuk AKABRI sempat tertunda.  Diceritakan, waktu itu dia sudah pulang ke kampung dengan wajah lesu dan perasaan kecewa.

“Saya lihat adik saya sedih. Saya bisa memaklumi. Soalnya dia merasa telah menjalani dan mengerjakan semua tes dengan baik. Bahkan bocoran yang kami dengar skor dan nilainya cukup tinggi.Tapi hasil pengumuman mengatakan lain, dirinya tidak masuk daftar kelulusan peserta tes daerah Sulawesi Selatan yang akan dikirim ke Magelang,” cerita Hasmah (kakaknya).

Itu tak berlangsung lama. Sulaiman bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Dia juga bisa maklum dengan bercermin kepada  dirinya yang hanya seorang anak petani dari kampung yang tidak punya channel apalagi koneksi sebagaimana isu yang merebak dan berhembus kencang pada masa itu.

Sulaiman tak patah arang. Tak ingin larut dalam kegagalan itu. Dia memutuskan akan mencobanya lagi tahun depan.Tekadnya sudah bulat. Karena Sulaiman percaya kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.  Dan dengan modal pendidikan bisa mengubah nasib dirinya dan keluarganya.

Dimasa penantian Sulaiman “melarikan” kekecewaannya dengan produktif. Ia mengisi waktu dengan aktif pada kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Universitas Pepabri Makassar. Melalui unit kegiatan mahasiswa di kampus perguruan tinggi swasta itu membuatnya sedikit melupakan dan mengobati kegagalannya masuk AKABRI.

Namun beberapa bulan kemudian, tiba-tiba datang sepucuk surat resmi yang ada logo TNI yang dibawa oleh pegawai kecamatan di kampungnya. Mencari warga yang bernama Sulaiman. Warga yang ditanya lantas menunjuk rumah Sulaiman dan diterima oleh ambo.

“Kata ambo, Sulaiman dipanggil dan disuruh menghadap langsung ke kantor Kantor Kodam VII/Wirabuana di Makassar (sekarang berubah nama Kodam XIV/Hasanuddin) hari itu juga. Penting,kata pembawa surat itu,” cerita Hasmah.

“Benarkah yang barusan saya dengar, bukan mimpi?” bisik Sulaiman, dalam hati. Ia coba menenangkan dirinya, tidak terburu-buru merasa senang dulu.

Tapi sebelumnya, personel Kodam yang ditemuinya itu meminta maaf karena terjadi kesalahan teknis dan administrasi. Katanya, ada nomor tes yang tidak sesuai dengan orangnya.

Pulang membawa kabar tersebut, alangkah gembira keluarganya di kampung. Termasuk ambo dan emak, sebagai orang pertama diberitahunya. Keduanya menitikkan air mata bahagia.

Ambo sudah luluh dan bisa berdamai dengan hatinya dan mengubur impian Sulaiman jadi petani atau pedagang. Sampai-sampai ambo-nya rela melego sepetak sawahnya untuk mensupport keperluan biaya pendidikan dan keberangkatan Sulaiman ke pulau Jawa. Kawannya yang mengajak dan membujuk dirinya ikut tes justru tidak lulus. Itulah takdir.

Berhubung karena waktu itu proses pendidikan reguler sudah berjalan, maka Sulaiman baru bisa berangkat ke Magelang mengikuti pendidikan setahun kemudian. Impiannya mendekati kenyataan.

“Itulah pertama kali saya ke pulau Jawa. Mungkin kalau tidak ikut tes AKABRI, saya tidak pernah keluar dari kampung,” kenang Sulaiman mengingat kembali memori awal perjalanan karir dan hidupnya.

Dengan merantau, kelak kan kau petik buah sikap yang kau tanam.

Berbagilah sampai kau merasakan kebahagiaan yang merata.

Dengan merantau engkau menjadi tahu, semua kebaikan dikampungmu menjadi modal dalam bergaul.

Belajarlah untuk menjadi lebih baik.

Tags: #andisulaiman #kkss #calongubernurkaltara
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Adi Nata: UMKM Kaltara Tak Cukup Go Digital, Harus Dibina Total!

Adi Nata: Go Digital UMKM Kaltara Tak Cukup, Harus Dibarengi Pembinaan

by Prasetya
28/02/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – UMKM di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tidak cukup hanya didorong untuk sekadar “Go Digital”. Transformasi digital harus...

Wali Kota Tarakan, Khairul, menerima kunjungan Kepala Markas Zona Bakamla Tengah, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya. (Humas Pemkot)

Tarakan Disiapkan Jadi Titik Strategis Penguatan Sistem Keamanan Laut Nasional

by Prasetya
27/02/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Upaya penguatan sistem keamanan laut nasional terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pengawasan maritim di sejumlah wilayah strategis,...

Adi Nata Kusuma Tegaskan Komitmen Dampingi Wirausaha Muda

Adi Nata Kusuma Tegaskan Komitmen Dampingi Wirausaha Muda

by Prasetya
19/02/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Komitmen mendampingi dan mendorong tumbuhnya wirausaha muda ditegaskan Anggota DPRD Kalimantan Utara, Adi Nata Kusuma, saat melaksanakan reses...

Tongkat Komando Kodim 0907/Tarakan Resmi Berganti

Tongkat Komando Kodim 0907/Tarakan Resmi Berganti

by Prasetya
06/02/2026
0

TARAKAN , CAKRANEWS- Tongkat Komando Komandan Distrik Militer (DANDIM) 0907/Trk resmi berpindah dari Letkol Inf Syaiful Arif, S.Sos.,M.Han kepada Letkol...

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Komisi II, Adi Nata Kusuma. (IST)

Adi Nata Kusuma: Pers Pilar Demokrasi, Harus Profesional dan Independen

by Prasetya
04/02/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS – Jelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)...

Next Post
APKASINDO Kaltara Gelar Workshop, Edukasi Petani Ubah Limbah Sawit Jadi Kerajinan

APKASINDO Kaltara Gelar Workshop, Edukasi Petani Ubah Limbah Sawit Jadi Kerajinan

Avsec Bandara Juwata Tarakan Gagalkan Penyeludupan 4 Kg Sabu

Avsec Bandara Juwata Tarakan Gagalkan Penyeludupan 4 Kg Sabu

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Wali Kota Tarakan, Khairul, menerima kunjungan Kepala Markas Zona Bakamla Tengah, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya. (Humas Pemkot)

    Tarakan Disiapkan Jadi Titik Strategis Penguatan Sistem Keamanan Laut Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adi Nata: Go Digital UMKM Kaltara Tak Cukup, Harus Dibarengi Pembinaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampung Bahari Nusantara Juwata Laut Prioritaskan 5 Klaster

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Libatkan 11 Penulis Etnis Perkuat Literasi Sejarah Lokal di Malinau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.