Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Headline

Ruang Tangkap Nelayan Tarakan ‘Dirampas’ Operasional Kapal Besar

by Prasetya
06/02/2025
in Headline, Kaltara, News
A A
Ruang Tangkap Nelayan Tarakan ‘Dirampas’ Operasional Kapal Besar
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN, CAKRANEWS – Selama puluhan tahun, perairan di Kota Tarakan, menjadi surga bagi para nelayan untuk mencari hasil laut. Namun, sejak kehadiran kapal-kapal besar ruang tangkap nelayan tradisional kian tergerus. Nelayan pun dibuat menjerit.

Mereka akhirnya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Tarakan, Kamis, 6 Februari 2025, membawa alat jaring sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas kapal-kapal tersebut.

RELATED POSTS

Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan dan Kehandalan Pegadaian

“Kami merasa hak kami dirampas oleh kepentingan ekonomi. Kenapa saya bilang kepentingan ekonomi industri karena disitu ada loading batu bara ditambah kegiatan baru pabrik kertas ini itu armadanya banyak juga yang muat bahan baku dari luar kayu-kayunya untuk diolah menjadi kertas, lain lagi kapal niaga dan barang,” ucap Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rustan ditemui di lokasi demonstrasi.

Ia mengatakan mayoritas nelayan di Kaltara berada di Tarakan. Ironisnya, tidak sebanding dengan ruang tangkap yang semakin kecil karena aktivitas kapal-kapal besar tersebut.

Nelayan merasa hak-haknya terampas karena tidak memiliki ruang untuk mencari ikan. Pihaknya pun mengusulkan agar kapal-kapal besar yang melakukan loading batu bara dipindah ke laut lepas. “Jadi tadi kami usulkan supaya kegiatan loading batu bara yang ada di depan Tanjung Pasir dan Tanjung Batu digeser ke luar,”ujarnya.

Nelayan juga mempertanyakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari aktivitas kapal-kapal tersebut. “Betul gak tidak menimbulkan pencemaran dan perusakan lingkungan,”terangnya.

Tidak hanya kapal tongkang batu bara, nelayan juga resah dengan banyaknya armada PT Phoenix Resources International (PRI).

Dari informasi yang diterimanya, ada sekitar 26 armada kapal yang nantinya akan digunakan PRI untuk beroperasi. “Bayangkan kalau itu masuk semua ke Tarakan apa Ndak penuh laut kita ini nelayan mau dikemanakan,”tegasnya.

Akibat aktivitas tersebut, hasil tangkapan nelayan tradisional menurun. Oleh karena itu, nelayan berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti keluhan mereka dengan memindahkan aktivitas kapal besar ke laut lapas sehingga tidak menggangu aktivitas nelayan.

Tags: DPRD TarakanKapal operasionalNelayan
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan

Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan

by Prasetya
29/09/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS— PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) terus mengembangkan layanan pemesanan tiket untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi...

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan dan Kehandalan Pegadaian

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan dan Kehandalan Pegadaian

by Prasetya
20/09/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS - Pegadaian terus berkomitmen memperkuat ketangguhan dan keberlangsungan bisnis. Komitmen tersebut dibuktikan dengan diraihnya sertifikasi ISO 22301:2019 untuk...

Tim Perumda Tarakan Aneka Usaha saat mengikuti Jalan Sehat Beregu, dipimpin Plt.Direktur, Anthon Joy Nahampun.

Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

by LLD
31/08/2026
0

TARAKAN – Semangat kemerdekaan dan kekompakan karyawan Perumda Tarakan Aneka Usaha (TAU) turut mewarnai Jalan Sehat Beregu Kolaborasi HUT ke-81...

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Pemuda Cinta Pancasila, Nuryan Ardika, mendatangi Mapolres Tarakan untuk mempertanyakan perkembangan laporan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang...

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Aliansi Ormas Adat Lokal Tarakan mendatangi Polres Tarakan, Rabu (26/8/2026), untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pelecehan atau pemelesetan...

Next Post
Puluhan Siswa di Tarakan Gagal Masuk PTN Lewat Jalur SNBP

Puluhan Siswa di Tarakan Gagal Masuk PTN Lewat Jalur SNBP

Kepala Sekolah MBS Tarakan, Amran

Akui Lalai, MBS Siap Tanggung Jawab Usai Telat Isi PDSS

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Ilustrasi anak muda

    5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistis Rumah Guntur Soekarnoputra yang Pernah Didatangi Alien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja Sampai Miskin: Menyoal “Konsumerisme” di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sungai Bidadari Wisata Alam yang Menyejukkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.