TARAKAN, CAKRANEWS – UMKM di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tidak cukup hanya didorong untuk sekadar “Go Digital”. Transformasi digital harus dibarengi pembinaan berkelanjutan agar pelaku usaha benar-benar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Hal itu ditegaskan tokoh muda sekaligus politisi lokal, Adi Nata Kusuma ditemui di Tarakan, Kamis (26/2/2026)
Ia menilai, pendekatan yang selama ini dilakukan kerap berhenti pada pelatihan singkat tanpa pendampingan menyeluruh.
“Kita tidak ingin UMKM kita hanya sekadar punya akun media sosial atau marketplace, lalu setelah itu bingung bagaimana manajemen stok dan pengirimannya. Pembinaan harus terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Adi Nata Kusuma.
Menurutnya, Kaltara memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, hingga kerajinan tangan. Namun tanpa ekosistem digital yang kuat dan terintegrasi, produk-produk lokal akan kesulitan menembus pasar nasional bahkan internasional.
Adi menegaskan, pembinaan total harus dilakukan secara simultan oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai, standardisasi kualitas menjadi fondasi utama, mulai dari izin edar, sertifikasi halal, hingga kemasan yang menarik sebelum dipasarkan secara luas.
Selain itu, literasi finansial dan digital juga harus diperkuat secara berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu mengelola keuangan serta strategi pemasaran online secara profesional.
Tantangan geografis Kaltara yang berdampak pada biaya distribusi turut menjadi perhatian. Integrasi dengan penyedia jasa logistik dinilai krusial untuk menekan ongkos kirim dan memperluas akses pasar.
Tak hanya itu, ia juga mendorong pembangunan pusat data UMKM yang terintegrasi. Dengan database yang akurat, intervensi bantuan maupun pelatihan dari pemerintah bisa lebih tepat sasaran.
Dengan pembinaan yang terukur dan berkelanjutan, ia optimistis UMKM Kaltara tidak sekadar menyandang label “Go Digital”, tetapi benar-benar tumbuh kuat dan menjadi pemain utama dalam ekonomi digital Indonesia pada 2026.







Discussion about this post