Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Kaltara

Meluruskan Sesat Pikir Dirut PDAM Tarakan: Mengulas Mens Rea, Doxing, dan Keangkuhan Pejabat Publik

by Prasetya
28/05/2026
in Kaltara, Opini
A A
Ketua Umum HMI Cabang Tarakan, Fadhil Qobus.

Ketua Umum HMI Cabang Tarakan, Fadhil Qobus.

Share on FacebookShare on Twitter

Penulis, Fadhil Qobus, Ketua Umum HMI Cabang Tarakan


TARAKAN, CAKRANEWS
– Jagat media sosial di Kota Tarakan belakangan ini dihebohkan oleh unggahan-unggahan naratif dari Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Tarakan, Iwan Setiawan. Dalam postingan terbarunya, sang pejabat publik tampak mencoba bersembunyi di balik tameng istilah-istilah hukum pidana, menyikapi laporan resmi yang kami layangkan ke Polres Tarakan pada Senin malam (25/5/2026) terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

RELATED POSTS

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

Sebagai sesama pembelajar hukum, dimana beliau kerap membanggakan status akademisnya. Saya merasa terpanggil untuk memberikan pencerahan sekaligus meng-counter opini menyesatkan tersebut agar publik tidak disuapi oleh pemahaman hukum yang keliru dan manipulatif.

Poin krusial yang dilemparkan oleh Dirut PDAM adalah klaim bahwa seseorang tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka jika penyidik tidak mampu membuktikan adanya mens rea atau niat jahat. Di sinilah letak cacat logika berpikir yang bersangkutan.

Dalam doktrin hukum pidana yang fundamental, bentuk pelanggaran tidak hanya diukur dari dolus (kesengajaan atau niat jahat), melainkan juga dari culpa (kelalaian atau kealpaan). Dolus terjadi ketika pelaku secara sadar mengetahui tujuan dan akibat dari perbuatannya. Sementara culpa adalah kondisi di mana seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum tanpa adanya niat, namun petaka itu tetap terjadi akibat ia kurang berhati-hati, ceroboh, atau lalai.

Oleh karena itu, mens rea bukanlah tolak ukur tunggal atau mutlak untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. Kelalaian seorang pejabat publik yang menyebarkan dokumen tanpa disensor pun sudah cukup menjadi pintu masuk pidana. Terlebih lagi, dalam laporan yang kami layangkan bersama Aliansi Masyarakat Se-Kota Tarakan, kami tidak datang dengan tangan kosong. Sedikitnya tiga alat bukti yang sah telah kami serahkan ke meja Satreskrim Polres Tarakan.

Mari kita bedah instrumen hukum yang menjadi dasar laporan kami, yakni Pasal 65 ayat (2) UU PDP yang berbunyi bahwa “Setiap orang dilarang secara melawan hukum mengungkapkan Data Pribadi yang bukan miliknya”. Jika ditafsirkan secara saksama menggunakan kacamata hukum yang jernih, aturan ini adalah instrumen utama negara untuk melarang praktik pembongkaran privasi atau doxing.

Pertama, frasa “setiap orang” bermakna subjek hukum yang universal, entah itu individu maupun seorang pejabat daerah. Kedua, “secara melawan hukum” berarti tindakan penyebaran tersebut bertentangan dengan undang-undang, dilakukan tanpa perintah pengadilan, atau mutlak tanpa adanya persetujuan (consent) dari pemilik data. Ketiga, “mengungkapkan” berarti membuka akses atau mempublikasikannya ke ruang publik, persis seperti tindakan mengunggah dokumen arsip ke akun Facebook dan Instagram pribadi. Keempat, “data pribadi yang bukan miliknya” menegaskan bahwa identitas yang disebarkan adalah milik orang lain, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Pekerjaan, Agama, Kewarganegaraan, hingga Alamat yang tertera jelas tanpa sensor.

Satu hal yang harus dicatat dan diingat bawah dalam delik ini, unsur pidana akan tetap terpenuhi secara sempurna meskipun korban belum mengalami kerugian materiil seperti terjerat pinjaman online (pinjol) sebagaimana yang dijadikan candaan oleh Dirut PDAM di media sosialnya.

Beliau kemudian mencoba membenarkan diri dengan membeberkan 5 poin pengecualian dalam UU PDP, mulai dari kepentingan pertahanan nasional, penegakan hukum, hingga ketertiban umum. Pertanyaan mendasar dari saya adalah dari kelima poin pengecualian tersebut, disebelah mana posisi seorang Dirut PDAM bisa membenarkan tindakannya mengunggah surat keterangan keramaian milik seorang mahasiswa ke media sosial pribadinya?

Dokumen tersebut semestinya terkunci rapat sebagai arsip internal di Kelurahan Kampung 6. Polemik pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” oleh Lurah Kampung 6 pada Selasa malam (19/5/2026) lalu sama sekali tidak memiliki benang merah maupun korelasi dengan tupoksi pelayanan air bersih yang dipimpin oleh Saudara Dirut PDAM. Keterlibatan aktif sang Dirut PDAM dalam pusaran konflik ini justru menjadi bukti sahih adanya arogansi dan tindakan sewenang-wenang yang dipertontonkan oleh dua pejabat publik di kota ini.

Dalih terakhir yang tidak kalah menggelikan adalah klaim bahwa korban telah memberikan izin eksplisit secara tidak tertulis hanya karena pernah berfoto bersama Lurah dan Kasi Trantibmas sambil memegang surat tersebut. Publik harus paham, bahwa dokumentasi foto bersama untuk kebutuhan laporan internal kelurahan sama sekali tidak bisa diklaim, apalagi dilegitimasi sebagai landasan untuk kemudian menyebarluaskan data pribadi secara tidak bertanggung jawab ke media sosial.

Melalui tulisan ini, saya selaku Ketua Umum HMI Cabang Tarakan sekaligus alumni S1 Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, ingin menggugah kembali kesadaran kita bersama. Hukum tidak boleh diputarbalikkan demi melindungi ego kekuasaan. Narasi pembenaran diri yang dilemparkan di media sosial tidak akan mampu menghapus jejak digital pelanggaran yang telah masuk dalam proses BAP kepolisian.

Mari kita sudahi pembodohan publik ini, dan biarkan proses hukum di Polres Tarakan bekerja secara profesional untuk membuktikan siapa yang sesungguhnya berdiri di atas kebenaran konstitusi, dan siapa yang tengah terpojok oleh kesalahannya sendiri.

 

Tags: Dirut PDAM TarakanKetua HMI Tarakan
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Pemuda Cinta Pancasila, Nuryan Ardika, mendatangi Mapolres Tarakan untuk mempertanyakan perkembangan laporan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang...

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Aliansi Ormas Adat Lokal Tarakan mendatangi Polres Tarakan, Rabu (26/8/2026), untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pelecehan atau pemelesetan...

Stand Bone Wanuakku Jadi Terbaik 1 di Pekan Kebudayaan Daerah

Stand Bone Wanuakku Jadi Terbaik 1 di Pekan Kebudayaan Daerah

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Stand Bone Wanuakku meraih predikat Terbaik 1 dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Tarakan 2026 yang berlangsung pada...

Aliansi Tarakan Cinta Damai Pertanyakan Hasil Laporan Penistaan Pancasila

Aliansi Tarakan Cinta Damai Pertanyakan Hasil Laporan Penistaan Pancasila

by Prasetya
25/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Aliansi Masyarakat Tarakan Cinta Damai, Sugiharto, kembali mendatangi Mapolres Tarakan, Selasa (25/8/2026). Ia datang untuk menanyakan langsung...

Tamara Dorong Demokrasi Kaltara Lebih Terbuka dan Partisipatif

Komisi II Soroti Akses Modal hingga Tata Kelola Keuangan Bank Kaltimtara

by Prasetya
19/08/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS– Akses permodalan bagi pelaku usaha hingga tata kelola keuangan daerah menjadi perhatian Komisi II DPRD Kalimantan Utara...

Next Post
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, menghadiri pembukaan Mubes Luar Biasa Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara (Humas DPRD Kaltara).

Gelar Mubes Luar Biasa, Ketua DPRD Kaltara Puji Kekompakan Masyarakat Adat Dayak

Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi

Awali Tahun 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

    Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Lebih Dekat Sulaiman (Part 3): Masa Kecil Penuh Liku dan Terjal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Kaltara Perketat Efisiensi Anggaran, Perjalanan Dinas Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.