TARAKAN, CAKRANEWS – Penanganan dan pencegahan HIV/AIDS menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalimantan Utara ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk menggali informasi dan masukan terkait program perlindungan perempuan dan anak, termasuk persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi ketahanan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengatakan persoalan HIV/AIDS perlu mendapat perhatian serius. Terlebih, perkembangan kasus HIV di Kota Tarakan menjadi salah satu persoalan yang perlu ditekan melalui langkah pencegahan sejak dini.
“Penanganan HIV/AIDS ini menjadi perhatian utama. Kita perlu memperkuat sosialisasi, penegakan regulasi, pendekatan secara personal, sampai deteksi dini,” kata Syamsuddin.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian informasi secara umum. Pendekatan yang lebih personal dinilai penting agar masyarakat memahami risiko penularan sekaligus tidak mengabaikan pemeriksaan dan deteksi dini.
Syamsuddin menegaskan DPRD Kaltara juga akan mendorong penguatan program penanganan HIV/AIDS dari sisi dukungan anggaran. Program yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS akan terus diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
“Program penanganan HIV/AIDS akan terus kita prioritaskan dan perjuangkan dalam diskusi anggaran daerah,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, serta masyarakat dapat diperkuat sehingga penanganan HIV/AIDS tidak hanya berfokus pada kasus yang sudah muncul, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deteksi sedini mungkin.










Discussion about this post