TARAKAN, CAKRANEWS— Stand Bone Wanuakku meraih predikat Terbaik 1 dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Tarakan 2026 yang berlangsung pada 18-24 Agustus 2026.
Penghargaan tersebut diraih berkat konsep stand yang memadukan tradisi, kuliner, wastra, dan kerajinan khas Bone. Sajian budaya tidak hanya ditampilkan melalui dekorasi, tetapi juga diwujudkan dalam suasana tradisi Bugis yang menjadi identitas utama stand.
Salah satu yang ditonjolkan adalah konsep mappacci, tradisi masyarakat Bugis yang umumnya menjadi bagian dari prosesi menjelang pernikahan. Area tersebut ditata menyerupai suasana mappacci calon pengantin Bugis Bone, termasuk konsep pelayanan kepada tamu.
Sementara area lainnya menampilkan beragam kuliner dan wastra khas Bone. Pengunjung dapat mencicipi sejumlah kue tradisional, seperti barongko, onde-onde, beppa cella, bolu peca, sikaporo, dan cucuru tello.
Tak hanya kue tradisional, stand tersebut juga menyajikan nasi likku ayam kampung dan buras khas Bone. Sementara dari sisi kerajinan, pengunjung dapat melihat songkok recca yang dikenal sebagai Songkok To Bone.
Ketua Ikatan Wanita Keluarga Bone (IWK Bone), Hajrah, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama keluarga besar Bone di Kota Tarakan.
Menurutnya, persiapan dilakukan secara bersama-sama dengan membentuk kerabat kerja yang mengoordinasikan berbagai kebutuhan, mulai dari konsep, dekorasi, kuliner hingga kerajinan.
“Kami saling berkomunikasi dan membentuk kerabat kerja untuk mengoordinasikan segala persiapan. Termasuk menentukan tema, jenis kuliner dan kerajinan yang akan ditampilkan,” kata Hajrah.
Ia menjelaskan, stand Bone Wanuakku dibagi menjadi dua area utama. Area pertama menampilkan kuliner dan wastra, sedangkan area kedua mengangkat konsep budaya melalui tradisi mappacci.
“Stand kami dibagi menjadi dua area, yakni area kuliner dan wastra serta area budaya yang menampilkan mappacci sekaligus area pelayanan seperti layaknya acara mappacci calon pengantin Bugis,” ujarnya.
Konsep tersebut juga menjadi cara IWK Bone untuk memperkenalkan budaya Bugis Bone kepada masyarakat yang berkunjung selama pelaksanaan PKD.
Hajrah menyebut, menjamu pengunjung menjadi bagian penting dari konsep yang mereka usung. Berbagai makanan khas disiapkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya memperkenalkan kuliner tradisional Bone.
“Menjamu tamu yang berkunjung di stand merupakan suatu kebahagiaan bagi kami,” katanya.
Stand Bone Wanuakku juga mendapat perhatian dari Wali Kota Tarakan. Saat berkunjung, wali kota disebut tertarik dengan songkok recca yang dipamerkan dan kemudian membelinya.
“Alhamdulillah, Wali Kota Tarakan terpikat dengan songkok recca khas Bone dan membelinya,” tutur Hajrah.
Menurut Hajrah, predikat Terbaik 1 menjadi buah dari kekompakan keluarga besar Bone di Kota Tarakan. Selain konsep yang ditampilkan, kebersamaan dan keterlibatan anggota paguyuban dinilai menjadi kekuatan selama mengikuti PKD.
“Budaya, kuliner dan kerajinan sangat terwakili di stand kami. Keluarga besar Bone semua kompak dalam memajukan paguyuban dan mendukung program Pemerintah Kota Tarakan,” pungkasnya.
Predikat Terbaik 1 tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi keluarga besar Bone untuk terus menjaga, memperkenalkan, dan melestarikan budaya serta kuliner tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di tengah perkembangan zaman.







Discussion about this post