Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Kaltara

BEM Se-Kaltara Gelar Teras Marjinal Soroti Polemik Warga Tarakan dan PT PRI

by Prasetya
14/11/2025
in Kaltara, News
A A
BEM Se-Kaltara Gelar Teras Marjinal Soroti Polemik Warga Tarakan dan PT PRI
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN, CAKRANEWS– Diskusi Hukum “Teras Marjinal” yang diadakan BEM Se-Kalimantan, Kamis (13/11/2025), menguak kontradiksi tajam antara keluhan petani dan temuan teknis pemerintah terkait sengketa lahan dengan PT PRI. Polemik ini disoroti sebagai tantangan besar dalam penegakan hukum lingkungan di Kaltara.

Sengketa yang melibatkan 7,4 hektare lahan petani ini dianalisis dari tiga sudut pandang, keluhan masyarakat oleh Yapdin, temuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan oleh Endy Kurniawan, serta kerangka hukum penyelesaian oleh Adi Freddy Bawaeda.

RELATED POSTS

Hasan Saleh Bagikan 10 Ton Beras di Tarakan, Sekaligus Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Perkuat Akuntabilitas, Bawaslu Tarakan Ukur Pemahaman Parpol Lewat Survei Layanan Pemilu

Yapdin, perwakilan masyarakat, menceritakan bahwa masalah bermula dari banjir parah yang terjadi pada 2022 akibat penimbunan pabrik PRI. Namun, kondisi diperparah hingga tanaman tahunan mengering dan mati.

“Kami curiga, ini bukan hanya persoalan banjir lagi. Pembuangan limbah PRI itu persis di belakang perkebunan warga,” ungkap Yapdin, menegaskan bahwa limbah diduga menjadi penyebab utama lumpuhnya kegiatan pertanian mereka.

Ia juga mengungkapkan frustrasi mendalam atas negosiasi yang buntu. Setelah pemblokiran jalan pembuangan, warga sempat menawarkan lahan mereka dengan harga Rp500.000 per meter, namun PT PRI justru menggunakan waktu yang diberikan untuk membuka akses pembuangan limbah baru.

Masyarakat akhirnya menyederhanakan tuntutan, meninggalkan negosiasi harga lahan. Tuntutan esensial kini menjadi satu paket, “Ganti rugi tanam tumbuh dan kerugian sejak 2022, tetapi tolong limbahmu jangan di situ. Supaya kami kembali bertani,” tegasnya. Yapdin merasa tuntutan minimalis ini pun tidak disanggupi perusahaan, menunjukkan ketidakseriusan penyelesaian.

Berbeda dengan dugaan warga, Endy Kurniawan dari DLH Kota Tarakan membenarkan adanya kerusakan, namun memberikan penekanan dari aspek teknis tata kelola air.

“Kerusakan tanaman yang diawali dengan busuknya akar akibat tergenang lama disebabkan oleh tata kelola air yang salah dan pelanggaran kewajiban Amdal oleh PRI pada tahap konstruksi,” jelas Endy.

Ia menyebut penimbunan pabrik menyebabkan air terhalang dan menggenangi lahan. Terkait kekhawatiran masyarakat soal limbah, DLH memberikan klarifikasi penting. Mereka telah memantau dan menegaskan bahwa landfill PRI sudah bersertifikat untuk limbah padat non-reaktif (tidak berbahaya), dan “belum ditemukan adanya pencemaran air tanah”. Hal ini menguatkan dugaan bahwa genangan air berkepanjangan adalah penyebab utama kematian tanaman.

Sebagai upaya tindak lanjut, DLH sedang berupaya meminta Tim appraisal dari Kementerian Pertanian untuk menghitung kerugian warga dan merekomendasikan solusi teknis, termasuk pompanisasi.

Menanggapi deadlock mediasi, Dosen Hukum Adi Freddy Bawaeda mengingatkan bahwa hukum menyediakan tiga jalur penyelesaian bagi masyarakat.

“Hukum menyediakan tiga jalur penyelesaian yang dapat ditempuh oleh masyarakat: Perdata (gugatan ganti kerugian), Administratif (menguji perizinan), dan Pidana (pertanggungjawaban korporasi dan/atau pengurusnya),” urai Adi Freddy.

Ia juga menyoroti kendala bagi Pemda, yakni adanya amputasi kewenangan DLH lokal akibat regulasi baru, yang menyebabkan penegakan hukum lingkungan kini lebih tersentralisasi ke pemerintah pusat. Meskipun demikian, Adi Freddy menekankan bahwa keberhasilan gugatan warga terhadap korporasi di tingkat Mahkamah Agung menunjukkan bahwa jalur hukum untuk menuntut keadilan tetap terbuka lebar.

ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Hasan Saleh Bagikan 10 Ton Beras di Tarakan, Sekaligus Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Hasan Saleh Bagikan 10 Ton Beras di Tarakan, Sekaligus Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

by Prasetya
30/04/2026
0

TARAKAN , CAKRANEWS – Bantuan pangan berupa beras premium disalurkan kepada warga di Tarakan, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini juga dirangkaikan...

Perkuat Akuntabilitas, Bawaslu Tarakan Ukur Pemahaman Parpol Lewat Survei Layanan Pemilu

Perkuat Akuntabilitas, Bawaslu Tarakan Ukur Pemahaman Parpol Lewat Survei Layanan Pemilu

by Prasetya
29/04/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS- Saat pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi di Sekretariat Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tarakan, Bawaslu Kota Tarakan melakukan Survei Persentase...

May Day Tanpa Demo, KSBSI Kaltara Pilih Aksi Berbagi Sembako dan Dialog

May Day Tanpa Demo, KSBSI Kaltara Pilih Aksi Berbagi Sembako dan Dialog

by Prasetya
29/04/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Peringatan May Day 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan berlangsung tanpa aksi demonstrasi besar. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh...

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

by Prasetya
28/04/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS –Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik...

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

by Prasetya
21/04/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi...

Next Post
Pegadaian Cabang Nunukan Gelar Open Booth di Car Free Day Alun-Alun Nunukan

Pegadaian Cabang Nunukan Gelar Open Booth di Car Free Day Alun-Alun Nunukan

Universitas Borneo Tarakan Siap Jadi Entrepreneurship University

Universitas Borneo Tarakan Siap Jadi Entrepreneurship University

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • May Day Tanpa Demo, KSBSI Kaltara Pilih Aksi Berbagi Sembako dan Dialog

    May Day Tanpa Demo, KSBSI Kaltara Pilih Aksi Berbagi Sembako dan Dialog

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Akuntabilitas, Bawaslu Tarakan Ukur Pemahaman Parpol Lewat Survei Layanan Pemilu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pujian Dewas untuk Dirut PDAM Tarakan: Pemimpin Pembawa Berkah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPR Dukung Jenderal Bintang Empat Ini Berantas Mafia Tanah, Sikapnya Tegas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.