TARAKAN, CAKRANEWS – Anggota DPR RI Mayjen (Purn) Drs. H. Hasan Saleh menargetkan pembangunan empat kampung nelayan di Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2026. Program tersebut akan menyasar Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.
Politisi dari Partai Demokrat tersebut menyebutkan, dari empat kampung nelayan yang direncanakan, dua lokasi akan dibangun di Tarakan dan dua lainnya di Nunukan.
“Insyaallah tahun 2026 kami bangun empat kampung nelayan. Dua di Tarakan dan dua lagi di Nunukan,” kata Hasan saat ditemui di Tarakan, Jumat (13/12).
Di Tarakan, pembangunan kampung nelayan akan mencakup kampung nelayan tangkap dan kampung budidaya nelayan. Sementara untuk Nunukan, konsep pembangunan disesuaikan dengan potensi wilayah pesisir setempat.
Menurut Hasan, anggaran pembangunan kampung nelayan di Tarakan diperkirakan sekitar Rp10 miliar hingga Rp20 miliar per lokasi. Jika digabung dengan pembangunan di wilayah lain di Kaltara, total kebutuhan anggaran diperkirakan di atas Rp100 miliar.
“Kampung nelayan ini akan dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk pom bensin nelayan, sehingga nelayan tidak perlu lagi ke kota untuk memenuhi kebutuhan operasional,” jelasnya.
Hasan juga mengungkapkan bahwa pembangunan kampung nelayan telah mulai berjalan sejak 2025. Saat ini, pembangunan kampung nelayan di Pulau Bunyu sudah memasuki tahap pelaksanaan.
Adapun rencana lokasi di Tarakan, kampung budidaya nelayan akan dibangun di kawasan Amal, sementara satu kampung nelayan lainnya direncanakan di wilayah Juata, menyesuaikan kesiapan lahan.
Selain kampung nelayan, Hasan turut mendorong pembangunan gudang Bulog di Tarakan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026 dengan anggaran di atas Rp20 miliar.
“Untuk Tarakan akan dibangun satu gudang besar. Daya tampungnya ratusan ton, tergantung luas lahan yang disiapkan Bulog,” ujarnya.
Di sisi lain, Hasan menegaskan komitmennya terhadap perlindungan wilayah pesisir melalui program penanaman mangrove. Di Tarakan, sebanyak 80 ribu bibit mangrove telah ditanam di lahan seluas 20 hektare di kawasan Juata melalui dua kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR). “Ini untuk mencegah abrasi. Kalau mangrovenya bagus, ekosistem laut juga ikut terjaga,” pungkasnya.









Discussion about this post