Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Headline

Kepala BKKBN Ingin Pemerintah Fokus Pembangunan SDM Berkualitas

by Redaksi
12/04/2022
in Headline, Nasional
A A
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Share on FacebookShare on Twitter

BANYUASIN, CAKRA NEWS – Pemerintah sepertinya harus menggeser pemikiran negara yang semula fokus pada pembangunan sumber daya alam (SDA) tak terbarukan, kini perlu menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Penekanan itu disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. “Pembangunan infrastruktur banyak yang menjadi prioritas, termasuk pembukaan tempat wisata dalam pembangunan fisik. Tetapi, kalau infrastruktur prioritas, sebetulnya pembangunan sumber daya manusia itu sangat-sangat prioritas,” kata Hasto di Desa Tabuan Asri, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (12/4/2022)

RELATED POSTS

Kaltara Perbarui Indeks Ketahanan Daerah, Ancaman Bencana Jadi Perhatian

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Hasto beralasan jika penekanan itu berdasarkan saran dari para ahli di perguruan tinggi, tanpa menggeser peluang dalam pembangunan sumber daya alam yang tak terbarukan, negara akan mengalami kesulitan, karena sumber daya manusianya belum berkualitas.

Sebabnya, dibutuhkan sebuah perubahan pola pikir yang dapat mendorong keluarga untuk merencanakan setiap kelahiran seorang anak, sejak berada dalam usia muda melalui pemeriksaan kesehatan kepada setiap calon pengantin. Pun dirinya menyebut jika hingga kini budaya mendahulukan pre-wedding masih mengakar kuat di dalam masyarakat dibandingkan memperhatikan kesehatan para calon ibu yang akan mengandung bayi di masa depan.

“Anak-anak muda mengatakan berencana itu keren, karena kalau mau nikah itu harus diperiksa dulu. Pre-wedding disiapkan, tapi pre-konsepsi tidak dipikirkan. Berbagai persiapan pesta sudah disiapkan, tapi kalau ditanya apakah istrinya Hb nya cukup dan tidak anemia untuk hamil? Jawabannya tidak tahu,” ujar dia.

Dengan hadirnya peraturan pemeriksaan kesehatan kepada setiap calon pengantin tiga bulan sebelum menikah yang diresmikan oleh BKKBN bersama Kementerian Agama, Hasto berharap setiap keluarga dapat lebih peka dan mencermati kondisi kesehatan perempuan di Indonesia.

Meskipun setelah melakukan pemeriksaan, calon ibu dinyatakan belum memenuhi syarat untuk hamil, BKKBN tidak akan melarang setiap pasangan untuk menikah. Namun, nantinya calon pengantin akan mendapatkan pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) agar kesehatan calon ibu dapat dikoreksi.

Seperti di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan misalnya, BKKBN sudah menurunkan 577 tim atau setara dengan 1.671 personel untuk mendampingi dan mengubah pola pikir keluarga agar bisa melahirkan manusia unggul dan berkualitas.

Dibentuknya tim pendamping yang terdiri atas bidan, kader PKK dan kader KB serta didukung peraturan tersebut, merupakan sejumlah langkah pemerintah untuk menurunkan angka prevalensi tengkes di Indonesia menjadi 14 persen pada tahun 2024.

BKKBN terus berusaha meningkatkan anggaran, seperti Dana Anggaran Khusus (DAK) non-fisik kepada Kabupaten Banyuasin sebesar Rp6 miliar di tahun 2021 dan dana BOKB yang ada di Kantor OPD KB Banyuasin sebesar Rp8 miliar untuk tahun 2022 agar tengkes tak terjadi lagi pada anak-anak bangsa di setiap daerah.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang bekerja keras menurunkan angka tengkes di daerah itu menjadi 22,0 persen dan berada di bawah angka secara nasional yang masih menyentuh 24,4 persen.

“Saya senang angka stuntingnya 22,0 persen, jauh di bawah angka nasional, artinya sukses dalam menurunkan angka tengkes. Itu adalah tanda bahwa pembangunan manusia, menjadi suatu yang diutamakan di Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Sumatera Selatan,” kata Hasto.

Tags: BKKBN
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Kaltara Perbarui Indeks Ketahanan Daerah, Ancaman Bencana Jadi Perhatian

Kaltara Perbarui Indeks Ketahanan Daerah, Ancaman Bencana Jadi Perhatian

by Prasetya
19/08/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS– Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperbarui Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk...

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

by Prasetya
16/08/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan...

Gubernur Kaltara Saksikan Pidato Kenegaraan Prabowo, 121 Kebijakan Transformatif Disorot

Gubernur Kaltara Saksikan Pidato Kenegaraan Prabowo, 121 Kebijakan Transformatif Disorot

by Prasetya
15/08/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS– Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT...

Pemprov Kaltara Bagikan Bendera Merah Putih kepada Ormas

Pemprov Kaltara Bagikan Bendera Merah Putih kepada Ormas

by Prasetya
11/08/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membagikan bendera Merah Putih kepada sejumlah organisasi masyarakat (ormas) untuk...

Ultimatum Polres Tarakan, Massa Beri Waktu 2 Minggu Usut Dugaan Penghinaan Pancasila

Ultimatum Polres Tarakan, Massa Beri Waktu 2 Minggu Usut Dugaan Penghinaan Pancasila

by Prasetya
08/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Aliansi Masyarakat Cinta Damai memberikan waktu dua minggu kepada Polres Tarakan untuk menunjukkan perkembangan penanganan laporan dugaan penghinaan...

Next Post
Mosi Tidak Percaya Mahasiswa UI untuk Rektor Ari Kuncoro dan Menko Luhut

Mosi Tidak Percaya Mahasiswa UI untuk Rektor Ari Kuncoro dan Menko Luhut

Ini Video Detik-detik Ade Armando Hancur Dikeroyok Massa Aksi 11 April

Ini Sosok Dhia Ul Haq, Guru Ngaji yang Bonyokin Ade Armando saat Aksi 11 April

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Mengenal Pasukan Gegana dan Pelopor dalam Tubuh Brimob Polri

    Mengenal Pasukan Gegana dan Pelopor dalam Tubuh Brimob Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Kasus Intoleransi Agama di SDN 051 Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hantu Paling Ngeri Asli Kalimantan, Siap-siap Merinding Baca Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyorot Berbagai Problematika Perbatasan Kaltara-Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.