Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Kaltara

Isak Tangis Pecah di Pelepasan Siswa SMPN 7 Tarakan, Ada Prosesi Adat Bugis ‘Sompe’

by Prasetya
23/05/2026
in Kaltara, Nasional, News
A A
Isak Tangis Pecah di Pelepasan Siswa SMPN 7 Tarakan, Ada Prosesi Adat Bugis ‘Sompe’
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN, CAKRANEWS – Isak tangis haru pecah tak terbendung di halaman SMP Negeri 7 Kota Tarakan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Air mata kebahagiaan sekaligus kesedihan menyelimuti prosesi pelepasan 277 siswa-siswi kelas IX tahun ajaran 2025/2026. Ratusan orang tua murid yang hadir pun tak kuasa menahan emosi menyaksikan momen kelulusan putra-putri mereka.

Suasana emosional mencapai puncaknya ketika para siswa berjalan perlahan menghampiri orang tua masing-masing. Diiringi alunan musik menyentuh “Terima Kasihku”, tangis para siswa langsung pecah saat memeluk erat ayah dan ibu mereka. Sembari menumpahkan rasa haru dan terima kasih atas segala pengorbanan orang tua, tangan-tangan muda ini menyerahkan setangkai bunga sebagai simbol cinta dan bakti. Banyak orang tua yang tidak mampu menahan air mata dan memeluk balik anak-anak mereka dengan sangat erat dalam momen yang menguras emosi seluruh hadirin.

RELATED POSTS

Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelepasan kali ini tampil memukau dengan mengangkat kekayaan budaya Bugis. Seluruh siswa, orang tua, guru, hingga tamu undangan tampil serasi mengenakan pakaian adat Bugis yang penuh warna. Acara diawali dengan prosesi sakral bernama Sompe, sebuah ritual adat Bugis yang bertujuan memberikan doa terbaik bagi para siswa yang akan melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala SMP Negeri 7 Tarakan, Budi Setyaning, menjelaskan bahwa pemilihan tema adat sengaja diganti setiap tahun sebagai upaya sekolah untuk merawat kebinekaan dan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda agar tidak pudar ditelan zaman. “Setelah beberapa tahun lalu mengangkat budaya Jawa dan Tidung, tahun ini pihak sekolah sengaja memilih adat Bugis untuk memberikan warna baru sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap suku masing-masing,” katanya.

Saat ditanya mengenai makna dari prosesi Sompe yang menjadi pembuka acara, Budi Setyaning memaparkan filosofinya yang sangat mendalam. Istilah Sompe berarti berlayar atau pergi merantau, kemudian Rima Ju berarti ke depan atau menuju masa depan, sedangkan Takunju-nging bermakna tidak akan menengok ke belakang atau tidak akan kembali pulang sebelum berhasil, dan Rimunase-re artinya kembali ke tempat asal atau tanah kelahiran. “Filosofi ini ditanamkan agar anak-anak pantang menyerah dalam mengejar impian,” ungkapnya.

Budi juga menitipkan pesan mendalam bagi para siswa agar selalu menjaga nilai moral, adab, etika, dan sopan santun di mana pun mereka berada kelak. Setelah prosesi adat selesai, acara dilanjutkan dengan pengalungan medali kelulusan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Thamrin Toha, didampingi Komite Sekolah sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino. Suasana haru sempat mencair saat para siswa menampilkan bakat mereka dalam sesi pentas seni yang menyuguhkan berbagai tarian daerah indah, mulai dari Tarian Ngusur, tarian khas Bugis seperti Indo Logo dan Angin Mamiri, hingga ditutup megah oleh Tari Nusantara.

Rasa kehilangan sekaligus syukur juga diungkapkan oleh Fitri Rahmadani, perwakilan siswi kelas IX yang merupakan Ketua OSIS SMPN 7 Tarakan periode 2024-2025. Di atas panggung, dengan suara bergetar, Fitri mengajak rekan-rekannya mengenang kembali perjalanan tiga tahun mereka yang penuh warna, mulai dari masa canggung di kelas 7, kesedihan saat kelas diacak pada kelas 8 yang sempat membuat mereka terpecah ke dalam kelompok-kelompok kecil, hingga akhirnya dipersatukan kembali di kelas 9 dengan kedewasaan yang lebih matang.

Mengakhiri sambutannya, Fitri mengutip kalimat yang sedang tren di kalangan generasinya untuk menggambarkan perpisahan mereka bahwa setiap orang itu pasti ada masanya, dan masa mereka bersekolah di SMP Negeri 7 Tarakan harus berakhir di sini. Fitri juga menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang mendalam kepada para guru yang telah membimbing mereka menjadi generasi yang berpengetahuan luas serta beradab baik. Acara pelepasan diakhiri dengan sesi foto bersama, meninggalkan momen hangat dan pelukan erat di sudut-sudut halaman sekolah sebagai tanda dimulainya babak baru bagi para alumni.

Tags: Simon PatinoSMPN 7 Tarakan
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

Berkomitmen Terus Melaju ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

by Prasetya
22/05/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS – PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif pada periode...

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

by Prasetya
22/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Supa’ad Hadianto, menegaskan...

Syamsuddin Arfah Sebut Perda Literasi Kaltara Jadi Pilot Project Nasional

Syamsuddin Arfah Sebut Perda Literasi Kaltara Jadi Pilot Project Nasional

by Prasetya
21/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menuntaskan pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pemberdayaan perbukuan...

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

by Prasetya
20/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS — Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kalimantan Utara mendorong agar kawasan permukiman warga di Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, seluas...

Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

by Prasetya
20/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan pembentukan payung hukum yang kuat dalam upaya penanggulangan...

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Harga emas melonjak

    Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Supa’ad: SPMB Harus Transparan, Tidak Ada Titipan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada! LGBT Menjamur di Kalangan Pelajar Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Warga Perkuat Budaya Literasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reses Supa’ad Hadirkan Pejabat Kompeten, Mahasiswa Tanya Beasiswa dan Peluang Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.