Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Hukum & Kriminal

Ultimatum Polres Tarakan, Massa Beri Waktu 2 Minggu Usut Dugaan Penghinaan Pancasila

by Prasetya
08/08/2026
in Hukum & Kriminal, Kaltara, Nasional, News
A A
Ultimatum Polres Tarakan, Massa Beri Waktu 2 Minggu Usut Dugaan Penghinaan Pancasila
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN, CAKRANEWS– Aliansi Masyarakat Cinta Damai memberikan waktu dua minggu kepada Polres Tarakan untuk menunjukkan perkembangan penanganan laporan dugaan penghinaan terhadap Pancasila. Jika tidak ada perkembangan, massa mengancam kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Ultimatum itu disampaikan saat ratusan warga dari berbagai elemen mendatangi Mapolres Tarakan, Sabtu (8/8/2026). Mereka mendesak polisi segera menindaklanjuti laporan terkait dugaan penghinaan Pancasila dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Wali Kota Tarakan pada Jumat (31/7/2026).

RELATED POSTS

Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

Dugaan penghinaan tersebut berkaitan dengan aksi yang mengubah isi sila Pancasila saat demonstrasi berlangsung. Dalam laporan yang disampaikan kepada polisi, terdapat 18 orang yang dilaporkan.

Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Cinta Damai, Sugiarto, mengatakan kedatangan massa merupakan tindak lanjut atas laporan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Polres Tarakan.

“Kami menuntut kepada kepolisian, dalam hal ini Polres Tarakan, agar segera menindaklanjuti laporan yang telah kami sampaikan,” kata Sugiarto.

Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah memberikan waktu 3×24 jam kepada kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Sugiarto menyebut massa yang hadir tidak berasal dari satu kelompok saja. Mereka datang dari sejumlah elemen masyarakat yang menilai persoalan tersebut berkaitan dengan Pancasila sebagai dasar negara.

“Yang kami perjuangkan berkaitan dengan Pancasila yang dinilai telah dinodai. Masyarakat akhirnya ikut bergerak. Karena itu, hari ini banyak masyarakat datang untuk menyampaikan tuntutan agar laporan tersebut segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Meski mendesak proses hukum, Sugiarto menegaskan aksi tersebut berlangsung damai. Massa juga menghargai sikap Polres Tarakan yang menerima aspirasi mereka.

Usai menyampaikan tuntutan, massa bahkan bersama-sama membersihkan sampah di sekitar Mapolres Tarakan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk bahwa penyampaian pendapat tetap dapat dilakukan dengan tertib.

Namun, massa memberikan batas waktu kepada kepolisian. Jika dalam dua minggu tidak ada perkembangan terkait laporan tersebut, mereka memastikan akan kembali menggelar aksi.

 

“Kalau dalam waktu dua minggu tidak ada perkembangan, kami siap melakukan aksi damai kedua dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.

 

Selain mendesak proses hukum, massa juga mengingatkan mahasiswa agar tetap mengedepankan etika dan ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.

 

“Adik-adik mahasiswa merupakan bagian dari tulang punggung bangsa. Mari kita gaungkan demonstrasi yang teratur dan dilakukan dengan baik, sehingga suasananya tetap nyaman,” ujar salah satu perwakilan massa.

 

Terkait proses hukum, massa menyerahkan penanganannya kepada kepolisian. Mereka juga memahami bahwa 18 orang yang dilaporkan masih berstatus terlapor.

 

Menurutnya, proses hukum harus berjalan sesuai tahapan dan tidak bisa serta-merta dilakukan penangkapan.

 

“Untuk menangkap seseorang tentu harus melalui proses hukum dan orang tersebut harus terlebih dahulu berstatus tersangka. Sementara pihak yang kami laporkan saat ini masih berstatus terlapor,” katanya.

 

Jika tidak ada perkembangan, massa juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menyurati Kapolda Kalimantan Utara dan Kapolri. Mereka bahkan berencana mengupayakan rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI.

 

“Kalau tidak ada respons yang cepat atau prosesnya terkesan diperlambat, saya akan menyurati Kapolda Kalimantan Utara, Kapolri, dan juga menyampaikan permohonan untuk mengadakan RDP di DPR RI,” ujarnya.

 

Sementara itu, massa menyebut jajaran Polres Tarakan telah menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Kepolisian disebut meminta waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk melakukan proses tindak lanjut.

 

Adapun terkait dugaan adanya pihak lain yang berada di balik aksi atau persoalan tersebut, massa menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

 

“Biarkan proses hukum berjalan. Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” katanya. (Ade Prasetia)

Tags: DemoPolres Tarakan
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Tim Perumda Tarakan Aneka Usaha saat mengikuti Jalan Sehat Beregu, dipimpin Plt.Direktur, Anthon Joy Nahampun.

Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

by LLD
31/08/2026
0

TARAKAN – Semangat kemerdekaan dan kekompakan karyawan Perumda Tarakan Aneka Usaha (TAU) turut mewarnai Jalan Sehat Beregu Kolaborasi HUT ke-81...

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Pemuda Cinta Pancasila, Nuryan Ardika, mendatangi Mapolres Tarakan untuk mempertanyakan perkembangan laporan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang...

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Aliansi Ormas Adat Lokal Tarakan mendatangi Polres Tarakan, Rabu (26/8/2026), untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pelecehan atau pemelesetan...

Stand Bone Wanuakku Jadi Terbaik 1 di Pekan Kebudayaan Daerah

Stand Bone Wanuakku Jadi Terbaik 1 di Pekan Kebudayaan Daerah

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Stand Bone Wanuakku meraih predikat Terbaik 1 dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Tarakan 2026 yang berlangsung pada...

Aliansi Tarakan Cinta Damai Pertanyakan Hasil Laporan Penistaan Pancasila

Aliansi Tarakan Cinta Damai Pertanyakan Hasil Laporan Penistaan Pancasila

by Prasetya
25/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Aliansi Masyarakat Tarakan Cinta Damai, Sugiharto, kembali mendatangi Mapolres Tarakan, Selasa (25/8/2026). Ia datang untuk menanyakan langsung...

Next Post
Gubernur Kaltara Ikut Lari 7,5 Kilometer di Run Night Slipi 2026

Gubernur Kaltara Ikut Lari 7,5 Kilometer di Run Night Slipi 2026

Pemprov Kaltara Dorong RSUD Jusuf SK Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Pemprov Kaltara Dorong RSUD Jusuf SK Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • 5 Hantu Paling Ngeri Asli Kalimantan, Siap-siap Merinding Baca Ini!

    5 Hantu Paling Ngeri Asli Kalimantan, Siap-siap Merinding Baca Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Kasus Intoleransi Agama di SDN 051 Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Pasukan Gegana dan Pelopor dalam Tubuh Brimob Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyorot Berbagai Problematika Perbatasan Kaltara-Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.