Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Headline

Warga Kaltara Wajib Tahu, Ini Dampak Buruk Jarang Ganti Pisau Cukur

by Ryan Virgiawan
03/09/2022
in Headline, Kaltara
A A
Warga Kaltara Wajib Tahu, Ini Dampak Buruk Jarang Ganti Pisau Cukur

Ilustrasi bercukur

Share on FacebookShare on Twitter

KALTARA, CAKRANEWS – Pisau cukur adalah salah satu alat paling penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama para lelaki yang memiliki masalah tumbuhnya kumis atau janggut secara cepat.

Namun, ada kebiasaan yang sebenarnya buruk bagi kesehatan, yakni jarang mengganti pisau cukur. Meski masih bagus dan tajam, sebaiknya Anda memperhatikan hal ini.

RELATED POSTS

Isak Tangis Pecah di Pelepasan Siswa SMPN 7 Tarakan, Ada Prosesi Adat Bugis ‘Sompe’

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

Pisau cukur terbuat dari bahan logam, yang memungkinkannya cepat berkarat dan dihinggapi berbagai macam kuman. Anda boleh merasa alat itu masih tajam, tapi lebih mengantisipasi dampak kesehatan yang bakal muncul.

Untuk itu, kenali empat dampak buruk yang muncul akibat kebiasaan jarang mengganti pisau cukur.

1. Infeksi

Pada umumnya, pisau cukur diletakkan di kamar mandi atau tempat lembab lainnya, yang memungkinkan pertumbuhan jamur maupun bakteri secara cepat.

Bila disimpan dalam waktu yang lama, bakteri dan jamur akan semakin tumbuh. Ketika pisau cukur dipakai, berpotensi menimbulkan infeksi.

2. Rentan Terluka

Pisau cukur yang sering dipakai, lama kelamaan akan tumpul. Jika kamu tak menggantinya, masalah akan muncul, yakni luka gores.

Hal ini bisa terjadi karena pisau cukur yang tumpul cenderung tidak dapat bergerak dengan mulus di kulit.

3. Iritasi

Pernah mengalami munculnya ruam merah atau rasa gatal setelah bercukur? Nah, itulah iritasi yang disebabkan pisau cukur jarang diganti.

Iritasi itu dikenal sebagai razor burn dan biasanya terjadi akibat pisau cukur yang sudah tumpul.

4. Rambut Tumbuh ke Dalam

Sama seperti iritasi kulit akibat bercukur, terjadinya rambut tumbuh ke dalam atau ingrown hairs merupakan dampak dari tidak berganti pisau cukur yang baru. Hal ini bisa sangat tak nyaman dan menimbulkan benjolan di kulit.

Tags: Kesehatanpisau cukur
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Isak Tangis Pecah di Pelepasan Siswa SMPN 7 Tarakan, Ada Prosesi Adat Bugis ‘Sompe’

Isak Tangis Pecah di Pelepasan Siswa SMPN 7 Tarakan, Ada Prosesi Adat Bugis ‘Sompe’

by Prasetya
23/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Isak tangis haru pecah tak terbendung di halaman SMP Negeri 7 Kota Tarakan pada Sabtu, 23 Mei...

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

by Prasetya
22/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Supa’ad Hadianto, menegaskan...

Syamsuddin Arfah Sebut Perda Literasi Kaltara Jadi Pilot Project Nasional

Syamsuddin Arfah Sebut Perda Literasi Kaltara Jadi Pilot Project Nasional

by Prasetya
21/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menuntaskan pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pemberdayaan perbukuan...

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

by Prasetya
20/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS — Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kalimantan Utara mendorong agar kawasan permukiman warga di Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, seluas...

Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

by Prasetya
20/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan pembentukan payung hukum yang kuat dalam upaya penanggulangan...

Next Post
DPR: Jokowi Ciptakan Kebijakan Terburuk dalam Sejarah Indonesia

Siap-siap! Ini Bocoran Kenaikan Harga BBM dari Jokowi

Ngeri! DPR Bongkar Kebohongan Pemerintah soal Alasan Kenaikan Harga BBM

Breaking News: Jokowi Naikkan Harga BBM, Pertalite Jadi Rp 10 Ribu

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Harga emas melonjak

    Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada! LGBT Menjamur di Kalangan Pelajar Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nelayan Kaltara Minta Ikan Jadi Menu Makan Bergizi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.