Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Advetorial

Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Center For Prevention (MCP) Diluncurkan, Ini Kata Mendagri

by Redaksi
16/09/2021
in Advetorial, Kaltara
A A
Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Center For Prevention (MCP) Diluncurkan, Ini Kata Mendagri
Share on FacebookShare on Twitter

Bertempat di ruang rapat VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, Plt. Kepala Inspektorat H. Asmar, Kepala BKAD Iwan Kurniawan, mengikuti acara Launching Pengelolaan Bersama Monitoring Center Prevention (MCP) yang dilaksanakan oleh Kemendagri, KPK dan BPKP secara Virtual, Selasa (31/8)

Sebelum membuka acara secara resmi, Menteri Dalam Negeri H. Muhammad Tito Karnavian memberi arahan. Dalam arahannya Mendagri meminta kepada seluruh kepala daerah agar dapat menugaskan kepala inspektur yang berada di daerah masing-masing agar dikoneksi dengan sistem MCP karena ada beberapa daerah yang masih belum terkoneksi.

RELATED POSTS

Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

“Tugas pokok Kemendagri diantaranya adalah pembinaan, supervisi dan pengawasan Pemerintahan Daerah. Banyak hal yang terkait tugas dari Kemendagri di Pemerintahan Daerah khususnya tentu mengenai masalah perencanaan penganggaran APBD, pengadaan barang jasa, pelayanan terpadu satu pintu, manajemen ASN, kemudian juga dana desa yang meskipun desa yang dimiliki oleh rakyat tapi dari segi perangkat pembinaannya dilaksanakan oleh Bupati dan Walikota. Kemudian mendukung pendapatan daerah juga manajemen aset daerah. Intinya adalah stabilitas politik pemerintah daerah dan kemudian juga manajemen pemerintahan di daerah termasuk juga untuk menjaga stabilitas APBD. Artinya pendapatan yang dapat dikelola agar lebih baik, lebih tinggi dari pada belanja, sehingga kapasitas fiskalnya dapat terjaga”, ujar Tito Karnavian.

Tambahnya lagi berkaitan dengan tugas pokok Kemendagri, didapatkan langsung temuan-temuan yang umum sering berlaku disamping yang spesifik, mulai dari masalah perencanaan yang kurang tepat sesuai kebutuhan. Jadi perencanaan yang kurang tepat itu sudah membuat 60% kegagalan. Jadi perencanaan perlu dibuat sematang mungkin dengan prediksi yang tepat dan akurat, apa yang ada dimasa mendatang sesuai kebutuhan yang betul-betul real dimasyarakat baru kemudian di rumuskan.

“Kemudian dalam pelaksanaan program sekali lagi ini juga menjadi atensi oleh Presiden, kami mengingatkan pada kesempatan ini belanja aparatur banyak yang lebih besar dari pada belanja modal dan barang, belanja barang yang betul-betul menyentuh kepada masyarakat untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Tetapi yang lebih banyak belanja aparaturnya mulai untuk belanja misalnya belanja untuk perjalanan dinas, belanja untuk rapat-rapat, pembuatan program-program kegiatan yang kemudian manfaatnya tidak banyak. Kemudian belanja modalpun ditujukan untuk msyarakat itupun banyak lagi digunakan untuk kepentingan aparatur juga sehingga mendapatkan bonus dari situ. Akhirnya yang betul-betul untuk masyrakat kecil sekali proporsinya itu akan berakibat pada pembangunan kurang berjalan maksimal seperti jalan tidak terawat, sampah betebaran, sungai-sungai tidak terurus, dsb. Karena tidak dianggarkan disitu, kalaupun dianggarkan justru anggarannya dipakai sebagian lagi untuk aparatur lagi”, tambah Tito.

Dalam kesempatan ini Mendagri menyampaikan pesan presiden untuk disampaikan kepada kepala-kepala daerah terkait mekanisme kerja di masa pandemi.

” Kegiatan kontak fisik yang kurang Working From Home (WFH) maupun Office, bahwa kegiatan pemerintah tetap berjalan. Dengan adanya pandemi ini maka komposisi belanja untuk aparatur perlu dikurangi dan kemudian dialihkan kepada belanja untuk kepentingan yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. Ini merupakan point penting terutama untuk masalah belanja aparatur”, Ujar Tito lebih lanjut.

Selain Mendagri Tito Karnavian, Ketua KPK Firli Bahuri dan Pimpinan BPKP Muhammad Yusuf Ateh juga memberikan arahan seputar peluncuran MCP dan paparan tentang tindak pidana korupsi berdasarkan regulasi yang ada. (Humas/Diskominfotik)

Tags: Humas Kabupaten NunukanKemendagriMCP
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Tim Perumda Tarakan Aneka Usaha saat mengikuti Jalan Sehat Beregu, dipimpin Plt.Direktur, Anthon Joy Nahampun.

Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

by LLD
31/08/2026
0

TARAKAN – Semangat kemerdekaan dan kekompakan karyawan Perumda Tarakan Aneka Usaha (TAU) turut mewarnai Jalan Sehat Beregu Kolaborasi HUT ke-81...

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Pemuda Cinta Pancasila, Nuryan Ardika, mendatangi Mapolres Tarakan untuk mempertanyakan perkembangan laporan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang...

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

Datangi Polres Tarakan, Aliansi Adat Lokal Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Pelecehan Pancasila

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Aliansi Ormas Adat Lokal Tarakan mendatangi Polres Tarakan, Rabu (26/8/2026), untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pelecehan atau pemelesetan...

Stand Bone Wanuakku Jadi Terbaik 1 di Pekan Kebudayaan Daerah

Stand Bone Wanuakku Jadi Terbaik 1 di Pekan Kebudayaan Daerah

by Prasetya
26/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS— Stand Bone Wanuakku meraih predikat Terbaik 1 dalam Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Tarakan 2026 yang berlangsung pada...

Aliansi Tarakan Cinta Damai Pertanyakan Hasil Laporan Penistaan Pancasila

Aliansi Tarakan Cinta Damai Pertanyakan Hasil Laporan Penistaan Pancasila

by Prasetya
25/08/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS– Koordinator Aliansi Masyarakat Tarakan Cinta Damai, Sugiharto, kembali mendatangi Mapolres Tarakan, Selasa (25/8/2026). Ia datang untuk menanyakan langsung...

Next Post
Bupati Tutup Secara Resmi Pelatihan Keterampilan Menjahit dan Pelatihan Payet Busana

Bupati Tutup Secara Resmi Pelatihan Keterampilan Menjahit dan Pelatihan Payet Busana

Punya Masalah Soal Perempuan dan Anak? Tenang, Hubungi Saja ‘Papa Koe’

Punya Masalah Soal Perempuan dan Anak? Tenang, Hubungi Saja ‘Papa Koe’

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

    Koordinator Pemuda Cinta Pancasila akan Gelar Aksi Damai Jilid II jika Kasus Stagnan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hantu Paling Ngeri Asli Kalimantan, Siap-siap Merinding Baca Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Unit, Satu Semangat: Perumda TAU Meriahkan Jalan Sehat Beregu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Kaltara Perketat Efisiensi Anggaran, Perjalanan Dinas Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usaha Sarang Burung Walet, Bisa Untung Ratusan Juta Perbulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.