TANJUNG SELOR, CAKRANEWS– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperketat efisiensi anggaran di tengah penurunan pendapatan dari Transfer ke Daerah (TKD).
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, meminta seluruh perangkat daerah menata kembali belanja dan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Denny dalam rapat koordinasi bulanan bersama seluruh Asisten, Staf Ahli, dan Kepala Perangkat Daerah di Kantor Gubernur Kaltara, Senin (10/8/2026).
Menurut Denny, rapat tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus memastikan kegiatan yang akan dilaksanakan tetap sesuai dengan kondisi keuangan daerah dan prioritas pembangunan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah belanja perjalanan dinas.
Denny meminta perangkat daerah lebih selektif menentukan kegiatan yang perlu dihadiri. Untuk kegiatan yang bersifat teknis, kehadiran pejabat dapat didelegasikan kepada Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, atau staf sesuai kebutuhan.
“Langkah ini dinilai dapat membantu mengendalikan belanja sekaligus memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memperoleh pengalaman dan pengembangan kapasitas dalam menjalankan tugas,” kata Denny.
Denny mengatakan penataan anggaran perlu dilakukan karena pendapatan dari TKD mengalami penurunan. Kondisi tersebut turut dipengaruhi dinamika sektor sumber daya alam dan mineral batu bara.
Karena itu, Pemprov Kaltara akan mengarahkan anggaran yang tersedia untuk program pembangunan yang dinilai paling prioritas.
“Anggaran yang tersedia akan kita fokuskan pada program pembangunan yang benar-benar prioritas dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi pendapatan, Denny meminta 14 perangkat daerah yang mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyusun strategi peningkatan pendapatan sebelum merancang rencana belanja.
Selain mengoptimalkan PAD, setiap perangkat daerah juga diminta menyiapkan proposal teknis secara lebih matang.
Kesiapan lahan dan perencanaan menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar Pemprov Kaltara dapat memanfaatkan peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
Denny juga mengingatkan seluruh pejabat struktural, khususnya Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, agar tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Ia meminta seluruh jajaran menjaga profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang dinamis.










Discussion about this post