TARAKAN, CAKRANEWS– Berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kota Tarakan menggelar aksi damai, Kamis (25/6/2026). Mereka menyatakan sikap mendukung penuh program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), namun meminta agar rantai pasoknya memaksimalkan potensi daerah.
Massa aksi yang terdiri dari mitra Badan Gizi Nasional (BGN), relawan, pelaku UMKM, petani, peternak, hingga nelayan ini bersatu menyuarakan aspirasi agar implementasi kebijakan pusat tersebut berdampak nyata pada ekonomi kerakyatan.
Koordinator Aksi Damai MBG Tarakan, Setiawan, menegaskan bahwa pemenuhan gizi nasional ini merupakan langkah strategis yang sangat dinantikan untuk mendongkrak kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami mendukung penuh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Setiawan.
Meski mendukung penuh, elemen masyarakat ini memberikan catatan kritis terkait pelaksanaannya di lapangan. Mereka meminta agar pemerintah memberikan kepastian regulasi yang melindungi hak-hak dan keterlibatan para pelaku usaha di tingkat lokal. “UMKM, pedagang, petani, peternak, nelayan, hingga tenaga kerja lokal merupakan pilar utama Program MBG yang harus dilindungi, diberdayakan, dan diberikan kepastian dalam pelaksanaannya,” tegas Setiawan.
Menurut mereka, penggunaan bahan pangan lokal dan pemberdayaan tenaga kerja daerah secara otomatis akan memperkuat ekonomi masyarakat lapis bawah. Massa juga mengingatkan agar isu penghematan anggaran negara yang tengah bergulir tidak sampai menurunkan standar mutu makanan. “Mendukung efektivitas anggaran negara silakan, namun penghematan tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan gizi maupun hak masyarakat untuk memperoleh manfaat program secara optimal,” lanjutnya.
Di akhir pernyataan sikapnya, elemen Masyarakat Peduli Kota Tarakan mendesak koordinasi yang transparan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BGN. Mereka juga menolak keras segala bentuk politisasi maupun disinformasi yang dapat menghambat jalannya program nasional ini. “Keberhasilan program ini hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa dengan semangat gotong royong,” pungkas Setiawan.







Discussion about this post