TARAKAN, CAKRANEWS– Industri perhotelan di Kalimantan Utara dinilai membutuhkan dukungan yang tidak hanya berupa anggaran, tetapi juga kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Karena itu, DPRD Kalimantan Utara membuka ruang bagi pelaku usaha perhotelan untuk menyampaikan kebutuhan regulasi yang dinilai dapat memperkuat sektor tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Tamara Moriska, usai audiensi Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Utara di Hotel Padmaloka Tarakan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Tamara, DPRD memiliki fungsi legislasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri perhotelan, sehingga pelaku usaha tidak hanya bergantung pada bantuan anggaran pemerintah.
“Jangan hanya fokus di anggaran. DPRD juga punya fungsi legislasi. Jadi kalau ada hal-hal yang bisa kami bantu melalui regulasi, silakan disampaikan kepada kami,” katanya.
Ia bahkan meminta IHGMA membandingkan regulasi yang diterapkan di daerah lain sebagai bahan masukan bagi DPRD dalam menyusun kebijakan yang relevan bagi Kalimantan Utara.
“Silakan dibandingkan dengan daerah lain, kira-kira regulasi apa yang bisa diterapkan di Kaltara untuk mendukung sektor perhotelan,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, IHGMA juga mengusulkan adanya pelatihan dan sertifikasi bagi manajemen hotel untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menanggapi hal itu, Tamara mengatakan DPRD akan membantu mengomunikasikan usulan tersebut kepada organisasi perangkat daerah terkait.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan program tetap harus mempertimbangkan kondisi anggaran pemerintah yang saat ini mengalami efisiensi.
“Kami akan komunikasikan dengan dinas terkait. Tapi sekarang hampir semua daerah menghadapi keterbatasan anggaran, sehingga nanti akan dilihat mana yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Tamara menilai IHGMA sebagai organisasi yang masih baru juga perlu memperkuat kelembagaan agar mampu menjalankan program-program peningkatan kapasitas anggotanya secara mandiri.
Selain membahas penguatan SDM, audiensi juga menyinggung pengembangan sektor pariwisata. Tamara menilai promosi destinasi wisata Kalimantan Utara masih perlu diperluas agar daerah ini tidak hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan.
“Kalau promosi wisata dilakukan lebih masif, tentu akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan dan pada akhirnya ikut mendorong pertumbuhan sektor perhotelan maupun peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya.










Discussion about this post