TANJUNG SELOR, CAKRANEWS – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meminta Pemerintah Provinsi Kaltara memperkuat kualitas perencanaan program pembangunan untuk meningkatkan penyerapan dan efektivitas belanja modal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltara, Adinata Kusuma, saat menyampaikan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kaltara di Tanjung Selor, Kamis (23/7/2026).
Adinata mengatakan besarnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD tidak akan berdampak maksimal apabila tidak didukung perencanaan yang matang dan kesiapan pelaksanaan program.
“Kami menilai, belanja modal yang belum optimal harus dievaluasi dari sisi perencanaan, lelang, kesiapan dokumen teknis, serta koordinasi antarperangkat daerah. Jangan sampai anggaran pembangunan sudah tersedia, tetapi realisasinya tertahan hanya karena lemahnya kesiapan pelaksanaan,” kata Adinata.
Menurutnya, rendahnya realisasi belanja modal perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) agar berbagai kendala teknis dalam pelaksanaan program dapat diselesaikan sejak awal.
Selain itu, pengawasan terhadap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan dinilai penting untuk meminimalkan potensi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang tinggi, khususnya pada belanja modal.
Adinata menegaskan bahwa penguatan kualitas perencanaan merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, Fraksi Golkar mendorong pemerintah provinsi melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kesiapan setiap program sebelum ditetapkan dalam dokumen penganggaran.
“Oleh karena itu, Fraksi Golkar mendorong agar pemerintah provinsi memperkuat quality of planning sejak awal, sehingga setiap program benar-benar siap dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.









Discussion about this post