NUNUKAN, CAKRANEWS — Semangat kebangsaan digaungkan dari wilayah perbatasan Indonesia. Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang membuka Kirab Kebangsaan sekaligus pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Lapangan Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan semangat kemerdekaan, tetapi juga dirangkai dengan peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERMAS RANA).
Zainal mengatakan Pulau Sebatik memiliki makna penting karena berada di wilayah perbatasan dan menjadi salah satu wajah terdepan Indonesia.
“Pulau Sebatik mengajarkan bahwa perbatasan bukanlah garis pemisah, melainkan beranda depan Indonesia. Dari sinilah semangat kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air terus kita teguhkan,” kata Zainal.
Menurut dia, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian.
Selain memperkuat semangat kebangsaan, Zainal menyoroti pentingnya perlindungan anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Ia menilai tantangan generasi saat ini tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menjaga karakter, akhlak, dan jati diri anak.
Karena itu, peluncuran GERMAS RANA diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak.
“GERMAS RANA menjadi upaya bersama untuk menghadirkan ruang belajar yang aman sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Zainal mengatakan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu. Lembaga pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak mulia, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
Pemprov Kaltara, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, kementerian serta lembaga, dunia pendidikan, hingga masyarakat untuk memastikan gerakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Pulau Sebatik sebagai simbol keteguhan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat toleransi, dan melindungi masa depan anak-anak.
“Semoga kegiatan ini semakin memperkokoh semangat kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menjadi ikhtiar bersama mewujudkan lingkungan yang aman dan membahagiakan bagi anak Indonesia,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kaltara, Bupati Nunukan Irwan Sabri, jajaran Kanwil Kementerian Agama Kaltara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pelajar di Pulau Sebatik.










Discussion about this post