TANJUNG SELOR, CAKRANEWS– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memilih pendekatan dialog dalam menyikapi isu LGBT dan berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Pendekatan tersebut mengemuka dalam Sarasehan “LGBT, Dialog dan Penguatan Pemahaman terhadap Isu-Isu Sosial Kemasyarakatan” yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (20/8/2026).
Mewakili Gubernur Kaltara, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Njau Anau, mengatakan isu sosial perlu dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang.
Menurutnya, dialog menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terjebak pada stigma, polarisasi maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Ini merupakan inisiatif yang positif. Kita perlu menghadapi isu sosial yang berkembang dengan arif dan bijaksana,” kata Njau.
Ia menyebut perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat tidak jarang memunculkan persoalan baru. Karena itu, ruang dialog dibutuhkan untuk mencari pemahaman bersama sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.
Dalam konteks isu LGBT, Pemprov Kaltara melihat persoalan tersebut melalui dua aspek.
Pertama, aspek kemanusiaan dan hak dasar. Setiap warga Kaltara, kata Njau, berhak mendapatkan perlindungan, akses terhadap layanan dasar serta rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat.
Kedua, aspek sosial, budaya dan agama. Kaltara memiliki norma, adat istiadat dan nilai keagamaan yang kuat serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Dialog ini penting agar kita bisa saling mendengar, menjaga harmoni sosial, menghormati nilai keagamaan, dan mencegah potensi konflik,” ujarnya.
Njau menambahkan, Pemprov Kaltara juga terus mendorong edukasi mental dan spiritual masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat persatuan, persaudaraan, kerukunan dan toleransi.
“Persatuan, persaudaraan, kerukunan, dan toleransi merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Sarasehan tersebut menghadirkan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kabupaten Bulungan, Pdt. I Bagus Very Andogo, serta Dokter Spesialis Jiwa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmojo Kabupaten Bulungan, dr. Yuliana Christarina,
Kehadiran kedua narasumber tersebut memberikan perspektif keagamaan dan kesehatan jiwa dalam membahas isu sosial yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.








Discussion about this post