Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home News

Brand Politika: Politik Identitas Itu Positioning, Salahnya Dimana?

by Ryan Virgiawan
18/02/2023
in News
A A
Brand Politika: Politik Identitas Itu Positioning, Salahnya Dimana?

Direktur Eksekutif Brand Politika Eko Satiya Hushada

Share on FacebookShare on Twitter

KALTARA, CAKRANEWS – Direktur Eksekutif Brand Politika Eko Satiya Hushada mendukung sikap Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi yang secara terbuka menegaskan bahwa parpolnya adalah parpol dengan politik identitas, yang berdasarkan Pancasila.

Eko menjelaskan, sikap ini paling tidak meluruskan kesalahan berpikir sebagian kalangan, yang menjadikan narasi politik identitas sebagai sesuatu yang terlarang, bahkan cenderung membunuh karakter seseorang atau kelompok tertentu.

RELATED POSTS

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

“Salut untuk Mas Ridho Rahmadi, yang melawan arus kesalahan berpikir,” kata Eko dalam keterangan yang diterima CAKRANEWS, baru-baru ini.

Ramai diberitakan, Ridho Rahmadi mengakui diri (partai) sebagai politik identitas. Politik identitas menurut dia adalah politik yang justru politik yang pancasilais.

“Kita akan secara lantang mengatakan,’Ya! Kami, Partai Ummat, ya, kami adalah politik identitas!’” tegasnya, dalam Rakernas perdana Partai Ummat, baru-baru ini

Ia menjelaskan, bahwa tanpa moralitas agama, politik akan kehilangan arah dan akan terjebak dalam moralitas yang relatif dalam etika yang situasional. Ia pun menyebut bahwa Partai Ummat secara khusus akan melawan dengan cara beradab dan elegan terhadap narasi latah yang kosong dan menyesatkan soal politik identitas ke masyarakat.

Menurut Eko, semua parpol selama ini justru menggunakan politik identitas, sebagai upaya mengidentifikasi parpolnya. Karena memang politik identitas itu adalah strategi pemasaran politik, yang tidak bisa dihindari dalam sebuah kontestasi politik.

Sebut saja Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PPP) yang menyebut dirinya sebagai partai nasionalis. Kemudian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bahkan tegas politik identitasnya, dengan mengusung logo Ka’bah. Sudah dapat dipastikan, arah politik PPP dan siapa target pemilih yang disasar.

Dalam menentukan pasangan calon di pemilihan kepala daerah (Pilkada) pun menurut Eko, selalu ada narasi memasangkan figur yang nasionalis dan agamis. Maksudnya, dicari figur yang punya jiwa nasionalis, kemudian dipasangkan dengan tokoh yang dikenal agamis.

“Ini narasi yang selalu saya tolok selama ini. Pertanyaannya, emang kalau nasionalis, kemudian gak punya agama? Gak agamis? Sebaliknya, kalau dia taat dalam beragama, kemudian tidak punya nasionalisme sebagai orang Indonesia? Ini kan narasi yang salah. Saya selalu lawan itu. Tapi ya itulah, politik identitas yang berlaku selama ini,” tegas Eko.

Menurut Eko, tidak ada yang salah dengan politik identitas. Di pemasaran politik, politik identitas itu adalah positioning, yakni upaya pemilik merek memposisikan mereknya di benak target marketnya, atau target pemilihnya. Positioning harus dibangun atas sesuatu yang berbeda dan kreatif. Dengan positioning yang kuat, akan menentukan merek yang kuat pula, untuk mencapai level top of mind.

“Coba Anda riset, tanyakan ke responden, ketika disebut partai nasionalis, responden akan menjawab PDIP, Gerindra atau Demokrat. Kemudian, partai Islam, responden kemudian menjawab PPP, atau PKS. Itu yang namanya positioning. Yaitu itu dia politik identitas,” tegas Eko.

Lebih jauh Eko bicara soal positioning atau politik identitas. Menurut dia, kontestasi politik sama halnya dengan persaingan produk di pasar. Pemilik merek harus menciptakan produk terbaik untuk memenuhi kebutuhan target market atau konsumennya. Untuk sekedar jualan air minum dalam kemasan saja, berbagai macam jenis minuman. Karena masing-masing konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk daya beli.

“Begitu juga misalnya ketika kita jual makanan, ada makanan kesehatan yang halal. Tapi ada juga yang jual makanan kesehatan tapi tidak halal, karena ada unsur vitaminnya yang berasal dari sesuatu yang tidak halal. Nah, yang halal tentu dijual dengan target market muslim. Yang tidak halal, dijual kepada non muslim. Mereknya berbeda. identitasnya berbeda. Bisa disebut juga sebagai identitas marketing. Lantas, apakah ini dilarang? Salahnya dimana?” tegas Eko.

Ia mengajak masyarakat khususnya kepada elit untuk tidak menjadikan narasi politik identitas sebagai alat untuk menyerang pribadi atau kelompok yang dianggap lawan politik, kemudian membunuh karakternya. Bahkan kata Eko, sekarang narasi tersebut semakin berkembang, bahwa pengusung politik identitas itu adalah figur atau kelompok yang jika nanti menang, akan mendirikan negara Islam, pendukung teroris dan sebagainya.

“Ini menurut saya kebodohan berjamaah. Elitnya bodoh, cupat, masyarakat yang termakan narasi itu dan ikut menyuarakannya juga ikut bodoh. Jadilah kebodohan berjamaah. Sudahlah, hentikan!” ajak Eko.

Tags: politik identitas
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

Supa’ad Ingin Perda Literasi Kaltara Tak Sekadar Jadi Aturan di Atas Kertas

by Prasetya
22/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Supa’ad Hadianto, menegaskan...

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

Pansus II DPRD Kaltara Dorong 1.076 Hektar Permukiman Mangkupadi Dikeluarkan dari Kawasan PSN

by Prasetya
20/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS — Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kalimantan Utara mendorong agar kawasan permukiman warga di Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, seluas...

Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

Komisi IV DPRD Kaltara Dorong Percepatan Payung Hukum Penanggulangan HIV/AIDS

by Prasetya
20/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong percepatan pembentukan payung hukum yang kuat dalam upaya penanggulangan...

Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Warga Perkuat Budaya Literasi

Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Warga Perkuat Budaya Literasi

by Prasetya
17/05/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS - Peringatan Hari Perpustakaan Nasional 2026 dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Utara untuk mendorong penguatan...

Supa’ad: SPMB Harus Transparan, Tidak Ada Titipan

Supa’ad: SPMB Harus Transparan, Tidak Ada Titipan

by Prasetya
17/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi perhatian serius DPRD Kaltara. Proses...

Next Post
Innalillahi, Kapolda Jambi Alami Kecelakaan Helikopter

Innalillahi, Kapolda Jambi Alami Kecelakaan Helikopter

Tangan Besi AKBP Ronaldo Maradona Sikat Habis Judi di Tarakan

Tangan Besi AKBP Ronaldo Maradona Sikat Habis Judi di Tarakan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Harga emas melonjak

    Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reses Supa’ad Hadirkan Pejabat Kompeten, Mahasiswa Tanya Beasiswa dan Peluang Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Supa’ad: SPMB Harus Transparan, Tidak Ada Titipan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada! LGBT Menjamur di Kalangan Pelajar Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Perpustakaan Nasional 2026, DPK Kaltara Ajak Warga Perkuat Budaya Literasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.