Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Kaltara

Kampus Bukan Barak: Sebuah Seruan Menolak Militerisasi Akademik

by Prasetya
11/04/2025
in Kaltara, Nasional, News
A A
Kampus Bukan Barak: Sebuah Seruan Menolak Militerisasi Akademik
Share on FacebookShare on Twitter

CAKRANEWS – Adakah yang lebih mengkhianati esensi pendidikan daripada membiarkan suara kritis dibungkam di tanah kelahiran nalar?

Adakah yang lebih menyakitkan bagi demokrasi daripada menyaksikan kampus, tempat lahirnya ide-ide pembebasan, dijadikan barak tanpa peluru, tapi penuh tekanan?

RELATED POSTS

Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

Kita tengah menghadapi ancaman diam-diam yang menyaru sebagai kerja sama. Militer, dengan segala kepiawaian strategi dan simbolisme patriotik, kini merangsek masuk ke ruang yang seharusnya steril dari dominasi: kampus.

Atas nama bela negara, atas nama ketahanan ideologis, tentara kini diberi ruang untuk membina mahasiswa, bahkan dalam praktik baris-berbaris. Kita bertanya: sejak kapan berpikir harus diatur langkahnya?

Revisi Undang-Undang TNI bukan sekadar perubahan administratif. Ia adalah pintu yang dibuka lebar untuk menyambut bayangan masa lalu yang belum usai. Dari Udayana hingga Merauke, dari ruang kuliah hingga ruang rektorat, jejak lars mulai terdengar. Di Unsoed, mahasiswa dipanggil untuk berdialog, tetapi yang mereka hadapi adalah tekanan, bukan percakapan. Di Papua, permintaan data mahasiswa oleh Kodim menggema sebagai gema pengawasan yang tak pernah benar-benar pergi.

Apakah ini wajah baru nasionalisme? Atau ini hanya romansa usang yang dikemas ulang untuk meninabobokan logika dan membius keberanian intelektual?

Kampus adalah ruang suci bagi perbedaan gagasan, bukan tempat tunduk pada satu narasi tunggal. Di sinilah Paulo Freire menyebut pendidikan sebagai praktik kebebasan.

Tapi bagaimana mungkin kebebasan tumbuh jika benih-benihnya diinjak oleh sepatu-sepatu yang menganggap disiplin lebih utama daripada diskusi?

Retorika “pembinaan teritorial” yang dilontarkan oleh militer hanyalah gema dari era ketika tentara memainkan dua peran dalam satu panggung: kekuasaan dan kebenaran. Kita pernah hidup dalam bayang-bayang Orde Baru, ketika indoktrinasi menggantikan dialog, dan ketakutan menjadi alat pemerintah. Apakah kita sungguh ingin kembali ke masa itu, masa ketika suara mahasiswa dibalas dengan peluru, ketika kampus tak lebih dari ruang pengawasan yang diselimuti propaganda?

Ingatlah: kepercayaan publik bukanlah tiket untuk dominasi. Tingginya elektabilitas TNI dalam survei bukan lisensi untuk masuk ke ruang-ruang kritis yang tidak pernah mereka pahami. Bahwa tentara dipercaya publik bukan berarti mereka harus hadir di setiap lini kehidupan.

Demokrasi sejati tumbuh dari batas yang jelas antara sipil dan militer. Ketika batas itu kabur, maka kita tak sedang menjaga negara, kita sedang menggali lubang untuk kematian kebebasan.

Maka hari ini, kita harus berseru. Kita tidak butuh barak di dalam kampus. Kita butuh ruang yang merdeka, tempat mahasiswa bisa bersuara tanpa takut, tempat dosen bisa mengkritik tanpa dilabeli makar, tempat ilmu tumbuh tanpa harus mengangguk kepada kekuasaan. Kita butuh kampus yang berani berdiri tegak sebagai tiang demokrasi, bukan tiang gantungan bagi suara-suara yang menolak tunduk.

Dan jika suara ini dianggap berlebihan, mari kita bertanya balik: bukankah sejarah selalu dimulai oleh mereka yang berani melawan ketika yang lain memilih diam?

Penulis : Ndaru Teguh Prakoso

Presiden Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan

Tags: MiliterRuu tniTarakanUBT
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

by Prasetya
14/07/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan mulai mematangkan persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi...

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

by Prasetya
10/07/2026
0

YOGYAKARTA, CAKRANEWS – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Angkutan Udara menjadi tuan rumah rangkaian pertemuan 17th...

kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di RSUD dr.H. Jusuf SK

Komisi IV DPRD Kaltara Soroti Kekurangan SDM dan Sarana di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

by Prasetya
10/07/2026
0

TARAKAN,CAKRANEWS – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan...

Pansus bersama tim Kementerian Hukum mengharmonisasikan dua Ranperda strategis. (Humas DPRD Kaltara)

Pansus DPRD Kaltara Harmonisasi Dua Ranperda Strategis di Kementerian Hukum Kaltim

by Prasetya
03/07/2026
0

SAMARINDA, CAKRANEWS – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kalimantan Utara mengikuti rapat harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Kantor Wilayah...

Pimpinan DPRD Kaltara mengikuti aksi penghijauan dan bakti sosial pada rangkaian Rakernas II ADPSI 2026 di Buleleng, Bali. (Humas DPRD Kaltara)

Pimpinan DPRD Kaltara Ikuti Aksi Penghijauan dan Bakti Sosial di Rakernas II ADPSI

by Prasetya
01/07/2026
0

BULELENG, CAKRANEWS– Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara Achmad Djufrie bersama Wakil Ketua DPRD Muddain dan Sekretaris DPRD Mohammad Pandi mengikuti...

Next Post
Iwan Setiawan: Pj Wali Kota Tarakan Tidak Peduli Terhadap PDAM

Iwan Setiawan: Pj Wali Kota Tarakan Tidak Peduli Terhadap PDAM

Menyoal Penghapusan Insentif Guru di Kaltara: Sebuah Langkah Mundur dalam Dunia Pendidikan

Menyoal Penghapusan Insentif Guru di Kaltara: Sebuah Langkah Mundur dalam Dunia Pendidikan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Ilustrasi anak muda

    5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawaslu Tarakan Matangkan Monev KIP, Perkuat Layanan PPID dan Keterbukaan Informasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Inhutani Nunukan Sepi Pembeli, Pedagang Ungkap Penyebabnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenhub Tuan Rumah Rangkaian Pertemuan 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.