Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Hukum & Kriminal

Tewasnya Tersangka di Tahanan Polsek Lubuk Linggau, Disoal KontraS

by Redaksi
19/03/2022
in Hukum & Kriminal, Nasional
A A
Tewasnya Tersangka di Tahanan Polsek Lubuk Linggau, Disoal KontraS

Keluarga korban mendatangi Polsek Lubuk Linggau buntut tewasnya Hermanto (47) di tahanan.

Share on FacebookShare on Twitter

LUBUK LINGGAU, cakra.news – Tewasnya Hermanto (47), pada saat berada dalam tahanan Polsek Lubuklinggau Utara, Sumatera Selatan (Sumsel), disoal Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Jum’at (18/3/2022).

Kontras meminta agar kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut usai menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penetapan tersangka dan penahanan Hermanto oleh kepolisian.

RELATED POSTS

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen

Usung Tagline HMI Progresif, Fadhil Qobus Menang Telak Dalam Konferensi HMI Cabang Tarakan

Anggota Divisi Hukum KontraS, Abimanyu Septiadji mengatakan, pihaknya menduga telah terjadi dugaan rekayasa kasus hingga tindakan penyiksaan secara berlebihan oleh polisi terhadap korban.

“Kami mendesak Polres Kota Lubuklinggau untuk memproses para pelaku penyiksaan terhadap Almarhum Hermanto secara transparan dan akuntabel,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip, Jum’at (18/3/2022).

Abi mengatakan, berdasarkan kronologis yang ada, kegiatan penangkapan yang oleh Polsek Lubuklinggau Utara dilakukan tanpa disertai dengan surat tugas dan surat perintah penangkapan.

Selain itu, pihak keluarga juga tidak diberikan informasi mengenai alasan penangkapan.

Kondisi serupa juga terjadi pada saat petugas melakukan upaya penggeledahan dan penyitaan di rumah korban.

Oleh sebab itu, KontraS menilai telah terjadi pelanggaran prosedur oleh aparat sebagaimana diatur dalam Pasal 18, 33 dan 38 KUHAP.

Selain itu, KontraS juga menduga telah terjadi tindakan penyiksaan yang dilakukan sejumlah petugas pada saat membawa korban ke Kantor Polsek Lubuklinggau Utara.

Pasalnya, selang 11 jam setelah ditangkap, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh RSUD Siti Aisyah.

Dugaan tersebut kian menguat ketika ditemukan luka lebam di sekujur tubuh korban, luka pada lengan sebelah kanan, luka pada hidung, bibir atas dan bawah pecah, leher patah, tangan kanan patah, dan jari kelingking patah.

“Temuan tersebut mempertegas bahwa aparat melakukan tindakan berupa penyiksaan yang begitu brutal kepada Almarhum Hermanto,” tegasnya.

Kondisi tersebut kian diperparah ketika tidak adanya alat bukti tindak pidana yang sah yang dapat menunjukkan korban sebagai pelaku.

Sebab, barang bukti tabung elpiji tiga kg yang disita kepolisian diperoleh bukan dari kegiatan kriminal.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak mempertimbangkan prinsip legalitas, necesitas, proporsionalitas, kewajiban umum, preventif dan masuk akal dalam menggunakan kekuatan sebagaimana mandat Pasal 3 Perkap No. 1/2009,” jelasnya.

Sementara itu, alih-alih mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang ada, KontraS juga menemukan adanya upaya untuk menyelesaikan kasus secara damai atau kekeluargaan oleh Kasat Reskrim Polres Kota Lubuklinggau.

Abi mengatakan, upaya serupa juga dilakukan oleh anggota kejaksaan, Babinsa hingga ketua organisasi mahasiswa di sebuah kampus.

Padahal, langkah ini menurutnya hanya akan menciptakan impunitas dan membuat para pelaku lari dari pertanggungjawaban hukum.

Oleh sebab itu, Komnas HAM mendesak agar Polres Kota Lubuklinggau untuk mengusut secara tuntas kasus upaya paksa sewenang-wenang, penyiksaan dan penggunaan kekuatan berlebihan secara profesional, transparan dan akuntabel.

“Mengingat kasus ini memiliki dimensi pidana dan etik, kedua mekanisme pengadilan tersebut harus diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

KontraS juga mendesak agar Polda Sumsel untuk menaruh perhatian terhadap kasus ini dengan melakukan pengawasan serta memastikan pengusutan diselenggarakan secara tuntas dan komprehensif.

Terakhir, KontraS meminta aga Komnas HAM dapat proaktif melakukan pemantauan terhadap proses hukum pelaku penyiksaan korban Hermanto.

“Pengusutan kasus ini penting untuk dilakukan secara terbuka guna memitigasi kecenderungan aparat yang berupaya melindungi aktor pelaku kejahatan,” pungkasnya.

Terbaru, Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi mengatakan empat dari enam orang yang diperiksa penyidik Propam ditetapkan sebagai tersangka.

Berkas perkara mereka tengah dilengkapi dan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Sementara dua orang lainnya saat ini masih berstatus sebagai saksi.

Diketahui, Hermanto (47) tewas di dalam tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka pencurian, Senin (14/2).

Keluarga curiga Hermanto menjadi korban penganiayaan karena menemukan luka lebam di jasad saat hendak dimakamkan.

Keluarga Hermanto melaporkan kasus ini hingga enam personel Polsek Lubuklinggau Utara diperiksa Propam Polda Sumsel atas kejadian tersebut.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Toni Harmanto pun meminta maaf kepada pihak keluarga dan masyarakat terkait tewasnya Hermanto di dalam sel tahanan.

Kapolsek Lubuklinggau Utara sebelumnya, AKP Sudarno juga telah dicopot dari jabatannya buntut kasus ini.**

Pewarta: Andi Surya
Sumber: detik.com

Tags: PenganiayaanPolsekSumatera SelatanTahanan
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7 Persen

by Prasetya
12/05/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan...

Usung Tagline HMI Progresif, Fadhil Qobus Menang Telak Dalam Konferensi HMI Cabang Tarakan

Usung Tagline HMI Progresif, Fadhil Qobus Menang Telak Dalam Konferensi HMI Cabang Tarakan

by Prasetya
11/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Estafet kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan resmi berganti. Muhammad Fadhil Qobus terpilih menjadi Formateur/Ketua Umum...

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026

by Prasetya
07/05/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS — PT Pegadaian meraih Contact Center Service Excellence Award (CCSEA) 2026 untuk kategori Multifinance Call Center dalam ajang...

Kuliah Umum UBT Hadirkan Wamen Haji, Bahas Ekonomi dan SDM Unggul

Kuliah Umum UBT Hadirkan Wamen Haji, Bahas Ekonomi dan SDM Unggul

by Prasetya
04/05/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS — Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar kuliah umum bertajuk Entrepreneurship University: Menyiapkan SDM Unggul dalam Industri Haji Global,...

SePOI Bentangkan Spanduk di Monas saat May Day 2026, Desak Aturan Tegas untuk Ojol

SePOI Bentangkan Spanduk di Monas saat May Day 2026, Desak Aturan Tegas untuk Ojol

by Prasetya
02/05/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS - Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) ikut meramaikan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monas,...

Next Post
BNPT Pastikan Sirkuit MotoGP Mandalika Aman dari Teroris

BNPT Pastikan Sirkuit MotoGP Mandalika Aman dari Teroris

AS Peringatkan China untuk Tidak Bantu Invasi Rusia

AS Peringatkan China untuk Tidak Bantu Invasi Rusia

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Paguyuban Trenggalek Tarakan Perkuat Guyub Rukun Lewat Silaturahmi Rutin

    Paguyuban Trenggalek Tarakan Perkuat Guyub Rukun Lewat Silaturahmi Rutin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reses Supa’ad Hadirkan Pejabat Kompeten, Mahasiswa Tanya Beasiswa dan Peluang Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Edukasi Buruh soal Manfaat 5 Program Perlindungan Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Supa’ad: SPMB Harus Transparan, Tidak Ada Titipan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terduga Gratifikasi Rp1 Miliar ke NA, Haji Momo Masih Belum Ditahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.