Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Ekonomi

Perdana Menteri India Modi akan Cabut Undang-Undang Pertanian Kontroversial

by Redaksi
19/11/2021
in Ekonomi, Internasional
A A
Perdana Menteri India Modi akan Cabut Undang-Undang Pertanian Kontroversial

Para petani merayakan kegembiraannya setelah Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan bahwa Ia akan mencabut Undang-Undang Pertanian yang kontroversial, di lokasi protes petani Ghazipur dekat perbatasan Delhi-UP, India, 19 November 2021. REUTERS/Anushree Fadnavis19 November (Reuters)

Share on FacebookShare on Twitter

NEW DELHI, cakra.news – Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan pada Jumat (19/11/2021), dia akan mencabut tiga undang-undang pertanian kontroversial yang memicu lebih dari satu tahun protes.

“Hari ini Saya datang untuk memberi tahu Anda, seluruh negara, bahwa kami telah memutuskan untuk menarik ketiga undang-undang pertanian,” kata Modi dalam pidatonya.

RELATED POSTS

Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Perdana Menteri India, Narendra Modi berbicara pada KTT COP26 pada 2 November di Glasgow, Skotlandia.

Modi mengakui pentingnya petani dan tantangan yang mereka hadapi. Dia mengatakan itu adalah masalah prioritas bagi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa.

“Dalam kampanye besar untuk memperbaiki kondisi petani ini, tiga undang-undang pertanian dibawa ke negara ini,” kata Modi.

Undang-undang ini dibawa dengan niat baik, lanjutnya, seraya menambahkan bahwa meskipun ada upaya, pemerintah tidak dapat “membuat mereka (petani) memahami pentingnya undang-undang pertanian.”

Wakil Presiden Nasional Kelompok Tani Jai Kisan Andolan, Deepak Lamba, mengatakan pengumuman Modi sebagai kemenangan besar bagi petani, tetapi, lanjut Dia pemerintah mencabut undang-undang itu atas “paksaan politik.”

“Pemerintah telah mengambil langkah ini, mengingat pemilihan (negara bagian) yang akan datang,” katanya.

Di India, pertanian adalah isu politik utama, dan protes menjadi tantangan unik bagi BJP.

Tujuh negara bagian India akan mengadakan pemilihan awal tahun depan untuk menentukan apakah BJP Modi akan mempertahankan kekuasaan.

Partainya yang berkuasa saat ini memerintah enam dari tujuh negara bagian, termasuk Uttar Pradesh yang didominasi pertanian.

Petani adalah blok suara terbesar di negara itu, dan sektor pertanian menopang sekitar 58% dari 1,3 miliar warga India.

Petani yang marah bisa membuat Modi kehilangan jumlah suara yang cukup besar.

Pengumuman Modi datang pada Gur Purab yaitu peringatan kelahiran pendiri agama Sikh, Guru Nanak.

Sikhisme adalah agama dominan di negara bagian utara Punjab, yang diperintah oleh Partai Kongres oposisi dan dianggap sebagai keranjang roti India karena kekuatan pertaniannya yang besar.

Namun, beberapa kelompok tani berjanji akan mempertahankan tekanan tersebut.

“Protes tidak akan segera ditarik,” tulis pemimpin Serikat Petani India Rakesh Tikait di Twitter.

“Kami akan menunggu hari ketika undang-undang pertanian akan dicabut di Parlemen.”

Kelompok petani Samyukt Kisan Morcha menyambut baik pencabutan apa yang mereka sebut sebagai “hukum hitam anti-petani, pro-perusahaan,” dalam sebuah pernyataan Jumat tadi, tetapi mengatakan mereka juga akan menunggu pengumuman itu berlaku di Parlemen.

“Jika ini terjadi, itu akan menjadi kemenangan bersejarah dari perjuangan petani selama satu tahun di India,” kata kelompok itu.**

Pewarta : Andi Surya
Sumber : CNN

Tags: IndiaPertanianUndang-undang
ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

by Prasetya
20/10/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan langkah untuk mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) senilai...

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

by Prasetya
13/10/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di...

Telkom Resmi Spin-Off InfraCo ke InfraNexia

Telkom Resmi Spin-Off InfraCo ke InfraNexia

by Prasetya
01/10/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi melakukan spin-off atau pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT...

Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan

Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan

by Prasetya
29/09/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS— PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) terus mengembangkan layanan pemesanan tiket untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi...

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan dan Kehandalan Pegadaian

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan dan Kehandalan Pegadaian

by Prasetya
20/09/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS - Pegadaian terus berkomitmen memperkuat ketangguhan dan keberlangsungan bisnis. Komitmen tersebut dibuktikan dengan diraihnya sertifikasi ISO 22301:2019 untuk...

Next Post
Belarus Bersihkan Kamp Migran di Perbatasan, Repatriasi Pertama Berangkat ke Irak

Belarus Bersihkan Kamp Migran di Perbatasan, Repatriasi Pertama Berangkat ke Irak

Diracun Sianida, Dua Pedagang Sayur Tewas di Magelang

Diracun Sianida, Dua Pedagang Sayur Tewas di Magelang

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Raim Laode Hibur Warga Nunukan di Acara Cross Border Paras Fest 2024

    Raim Laode Hibur Warga Nunukan di Acara Cross Border Paras Fest 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkom Siapkan Percepatan Buyback untuk Mendukung Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Bahasa Gaul Anak Tarakan, Nomor 4 Kocak Banget

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil Danlantamal XIII Tarakan Laksma Deni Herman dari Korps Pelaut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.