Cakra News
Advertisement
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Cakra News
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini
Home Ekonomi

Ekonomi Kaltara Melambat dan Sedang Tidak Baik

Menjelang Penentuan UMP, Satu Coldstorage di Tarakan Tutup

by LLD
23/11/2024
in Ekonomi, Headline, Kaltara, Nasional, News
A A
Ekonomi Kaltara Melambat dan Sedang Tidak Baik

DISKUSI: Tampak Ketua DPP Apindo Kaltara, Peter Setiawan sedang memberikan pandangannya terhadap kondisi ekonomi Kaltara saat ini.

Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Kalimantan Utara, menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait kondisi perekonomian di Kalimantan Utara, dalam rangka mempersiapkan penetapan upah minimum provinsi dan upah minimum kabupaten/kota, pada Rabu, 20 November 2024 di Hotel Lotus Panaya Tarakan.

Focus Group Discussion dengan tema “Pemulihan Ekonomi Kalimantan Utara Melalui Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat” ini menghadirkan empat orang narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya. Mereka adalah Ketua DPP Apindo Kaltara, Peter Setiawan. Ketua Tim Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltara, Basran. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industri dan Pengawasan Ketenagakerjaan (Hiwas) Disnaker Provinsi Kaltara, Muhammad Sarwana. Dan Penasehat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), HB Syarif Almahdali.

RELATED POSTS

Ketua Komisi I DPRD Kaltara Hadiri Benuanta Economic Forum 2026

Telkom Raup Pendapatan Rp 75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Normalisasi Naik 6,2 Persen

Dalam FGD tersebut, Peter mengungkapkan kondisi perekonomian di Kalimantan Utara saat ini khususnya Tarakan sedang tidak baik-baik saja. Angka inflasi yang cukup tinggi saat ini, sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Kaltara.

Secara nasional, banyak perusahaan khususnya di bidang perikanan atau coldstorage yang tutup karena tidak mampu menutupi biaya operasional yang tinggi. “Banyak perusahaan udang di Jatim gulung tikar. Termasuk di Tarakan, satu coldstorage tutup. Lokasinya di Juata (Tarakan Utara),” ungkap Peter.

Melihat kondisi seperti ini, Peter meminta agar pemerintah daerah harus lebih peka dalam melakukan antisipasi-antisipasi bahkan membantu pengusaha agar perusahaan-perusahaan tersebut tidak semakin banyak yang tutup. Sebab jika kondisi ini terus terjadi, maka angka pengangguran di daerah akan semakin meningkat dengan adanya PHK. “Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuka peluang dengan mencari pasar untuk meningkatkan daya beli produk,” kata Peter.

Termasuk juga kaitannya dengan penentuan UMK tahun 2025 nanti. Peter berharap pemerintah juga harus lebih peka melihat situasi dan kondisi. “Semoga menterinya (Menteri Tenaga Kerja) tidak pro ke buruh, tidak pro ke pengusaha juga. Kalau ada yang mementingkan diri sendiri bahaya,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan pihak pemerintah terkait penentuan angka UMP dan UMK provinsi Kaltara. “Kalau itu baik bagi pemerintah, harapannya baik juga untuk pengusaha,” kata Muhammad Sarwana, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industri dan Pengawasan Ketenagakerjaan (Hiwas) Disnaker Provinsi Kaltara.

Menurutnya penetapan upah minimum tersebut masuk dalam PSN (proyek strategis nasional). Dan Provinsi Kaltara termasuk provinsi yang taat dan mengikuti perintah pusat. “Kaltara masuk dalam penilaian baik (setelah Jatim, Jateng dan DKI Jakarta). Plusnya lagi, tidak ada laporan pengaduan THR (tunjangan hari raya) yang masuk ke Disnaker di provinsi Kaltara,” tutur Sarwana.

Sementara itu, Ketua Tim Statistik Sosial Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltara, Basran mengungkapkan berdasarkan data dan survey yang dilakukan BPS, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara melambat. Pada triwulan ketiga tahun 2024, angkanya mencapai 4,29. Padahal di triwulan 2 tahun 2024, angkanya di 4,7.

Salah satu survey BPS menyebutkan, angka pengangguran kelulusan SMA paling tinggi di Kaltara. “Lulusan SMA ini tidak punya skill, tapi pilih-pilih pekerjaan,” ungkap Basran.

Melihat kondisi seperti ini, BPS menyarankan agar sebaiknya dilakukan kerjasama antara Dinas Pendidikan bersama Apindo untuk mengakomodir lulusan-lulusan SMA ini. “Paling rendah ada di Nunukan, terutama daerah Krayan. Kalau mau mengurangi pengangguran utamakan di Tarakan,” pesan Basran.(*)

ShareTweetShareSendShare

Related Posts

Ketua Komisi I DPRD Kaltara Hadiri Benuanta Economic Forum 2026

Ketua Komisi I DPRD Kaltara Hadiri Benuanta Economic Forum 2026

by Prasetya
04/08/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS– Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Alimuddin, menghadiri Benuanta Economic Forum (BEF) Provinsi Kalimantan...

Telkom Raup Pendapatan Rp 75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Normalisasi Naik 6,2 Persen

Telkom Raup Pendapatan Rp 75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Normalisasi Naik 6,2 Persen

by Prasetya
02/08/2026
0

JAKARTA, CAKRANEWS – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar...

Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Jamuan Makan Malam Sosek Malindo di Tarakan

Wakil Ketua DPRD Kaltara Hadiri Jamuan Makan Malam Sosek Malindo di Tarakan

by Prasetya
30/07/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Muddain, ST, menghadiri jamuan makan malam dalam rangka Pertemuan...

Pertemuan Tim Teknis dan Sidang Ke-28 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara-Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026. (Humas DPRD Kaltara).

Ketua DPRD Kaltara Hadiri Sidang Ke-28 Kaltara-Sabah, Bahas Penguatan Kerja Sama Perbatasan

by Prasetya
29/07/2026
0

TARAKAN, CAKRANEWS - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Achmad Djufrie menghadiri pembukaan Pertemuan Tim Teknis dan Sidang Ke-28 Tingkat...

mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.(Humas DPRD Kaltara).

Komisi IV DPRD Kaltara Evaluasi SPMB 2026, Soroti Daya Tampung hingga Transparansi

by Prasetya
28/07/2026
0

TANJUNG SELOR, CAKRANEWS- Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...

Next Post
Ketua Bawaslu Tarakan, Riswanto

Bawaslu Kota Tarakan Petakan 23 Indikator Potensi TPS Rawan

Begini Strategi Bawaslu Tarakan Antisipasi Kerawanan Pungut Hitung

Begini Strategi Bawaslu Tarakan Antisipasi Kerawanan Pungut Hitung

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami

Berita Populer

  • Telkom Raup Pendapatan Rp 75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Normalisasi Naik 6,2 Persen

    Telkom Raup Pendapatan Rp 75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Normalisasi Naik 6,2 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kaltara Minta BNPP Percepat Penanganan Jalan Malinau-Krayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPRD Kaltara Hadiri Sidang Ke-28 Kaltara-Sabah, Bahas Penguatan Kerja Sama Perbatasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Ratu Batubara’ Tan Paulin, Bantah Semua Tudingan Miring di RDP Senayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Emas di Tarakan Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita

  • Advetorial
  • Ekonomi
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kaltara
  • Leisure
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Story

Tentang Kami

  • Redaksi & Manajemen
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Iklan & Advetorial

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Kaltara
  • Leisure
  • Story
  • Advetorial
  • Opini

© 2021 PT. Cakra Media Mandiri Indonesia.